Anggaran Terbatas, Bengkulu Lambat Berkembang

Anggaran Terbatas, Bengkulu Lambat Berkembang

IWAN/RBO: Anggota Komisi XI DPR RI, dr Anarulita Muchtar
BERBAGI:

Anarulita Muchtar: Pemda Harus Berbenah Diri

RBO, BENGKULU – Perkembangan Provinsi Bengkulu tidak dipungkiri saat ini masih lambat ketimbang daerah lain. Khususnya di Pulau Sumatera. Lambatnya perkembangan tersebut, salah satu penyebabnya keterbatasan anggaran dana untuk membangun infrastruktur. Sehingga tidak heran, sebutan Bengkulu yang melekat sampai sekarang, ketertinggalan dan kemiskinannya, mau tidak mau diperlukan perhatian lebih dari Pemerintah Pusat.

      Anggota Komisi XI DPR RI dr Anarulita Muchtar di Bengkulu menyatakan, pihaknya memiliki kekuatan untuk mengawal pengajuan ataupun proposal anggaran yang berasal dari daerah. Tetapi sepertinya, hal itu belum dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Daerah di Bengkulu, dalam hal koordinasi. “Saya harapkan mulai dari sekarang, Pemerintah Daerah agar dapat meningkatkan koordinasinya dengan Komisi XI DPR RI. Mengingat kita yang bermitra diantaranya dengan Bappenas, Kementerian Keuangan di pusat, ada peran penganggaran untuk setiap daerah, termasuk Bengkulu,” ujarnya, kemarin (15/4).

       Menurutnya, meski selama ini koordinasi dengan Pemerintah Daerah, khususnya di Bengkulu masih minim, namun dalam setiap Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerjanya, agar tetap memperhatikan Provinsi Bengkulu. Bahkan jika perlu jangan ada pemotongan apapun untuk alasan penghematan. Mengingat untuk pembangunan semata-mata hanya mengandalkan dana transfer dari pusat. “Kita ketahui investor di Bengkulu masih minim. Perkembangan perekonomian kerakyatan masih lamban. Jadi Bengkulu benar-benar sangat memerlukan dana dari pusat yang cukup banyak,” katanya.

       Selain itu Anggota Fraksi Nasdem DPR RI ini juga memberikan apresiasi atas beberapa program prioritas pemerintah pusat ada untuk Bengkulu. Diantaranya, rencana pembangunan jalan tol dari Provinsi Sumatera Selatan-Lubuk Linggau ke Kota Bengkulu. Lalu rel kereta api dari Kota Padang, Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Oleh karena itu program tersebut harus bersama-sama dikawal agar nantinya mega proyek tersebut, benar-benar direalisasikan di Bengkulu. “Hendaknya program pusat itu, Kepala Daerah berganti jangan berhenti. Tapi, harus tetap dilanjutkan dengan di kawal bersama-sama dan saya di tingkat pusat juga akan terus mencari tahu kapan pelaksanaannya untuk Bengkulu,” terangnya.

       Ditanya optimalisasi penggunaan dana transfer pusat ke daerah, Anggota DPR RI dari Dapil Bengkulu ini meminta, jajaran birokrasi di Pemerintahan Daerah Bengkulu, mulai dari sekarang agar berbenah diri, melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya. Sehingga setiap dana transfer pusat ke daerah, bisa dioptimalkan secara maksimal. “Kita juga tidak ingin serapan anggaran pusat di daerah tidak mencapai target seperti tahun-tahun sebelumnya. Mengingat hal itu juga berimbas pada alokasi dana transfer berikutnya. Oleh karena itu, saya sarankan birokrasi Pemda di Bengkulu berbenah diri dengan peningkatan SDM-nya, agar ketika dana tersebut ada bisa langsung dimanfaatkan secara baik,” tutupnya.(idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fifteen − 7 =