Saatnya Punya Bengkulu Creative HUB, Seperti Milik DKI Jakarta

Saatnya Punya Bengkulu Creative HUB, Seperti Milik DKI Jakarta

ADITYA/RBO Para peserta Workshop Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu foto bersama disela-sela acara kemarin
BERBAGI:

 

 BI Bengkulu Ajak Jurnalis Belanja Ide

RBO  <<  BENGKULU >>  Provinsi DKI Jakarta punya konsep bagus dan bisa diaplikasikan oleh Provinsi Bengkulu dalam memacu industri kreatif. Pemprov DKI Jakarta memiliki  Jakarta Creative HUB (JCH) yang mempunyai peran mewadahi, memfasiltasi para penggerak usaha industri – industri kreatif.

      JCH jadi adalah wadah para industri kreatif, Shearing kembangkang dan inovasi. Ada beberapa alasan Jakarta Creative HUB layak ada di Bengkulu. Pertama adalah JCH  sangat layak diaplikasikan seperti di Bengkulu dengan tipikal daerahnya tak memiliki industri manufaktur.

      Kemudian, pengembangan industri kreatif merupakan salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi daerah dan juga dapat membantu program kerja pemerintah daerah. Seperti halnya Wonderful Bengkulu, serta mendukung perkembangan wisata dan menggerakkan sektor ekonomi rill.

      Ketiga adalah pengembangan industri kreatif tak perlu space, ruang yang besar. Misalkan harus buka toko. Diera digital sekarang pemasaran produk industri kreatif sekarang lebih banyak dilakukan melalui media sosial. Seperti halnya toko pedia, Lazada, shoopi, facebook, instagram.

“Ya, kami Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang ubah haluan. Kita tak memungkinkan lagi untuk industri manufaktur. Karena apa? Biayanya mahal, tanah, nilai bangunannya dsb yang menjadi pertimbangan kita. Nah beda dengan industri kreatif. Tak perlu modal besar, ruang besar. Pemasarannya pun melalui media sosial. Dan ini juga sangat memungkinkan diterapkan di Bengkulu,” ungkap Aditya Pratama, Kasi Pengembangan dan Fasilitasi UMKM mewakili Kadis Koperasi UMKM dan Perdagangan Pemprov DKI saat ditemui di JCH (17/4).

      Bengkulu bisa melalui kulinernya. Fashionnya kah, ya tinggal dikominukasikan saja dengan komunintasnya. ‘’Apa kebutuhan mereka,’’ sambung Adit.

      Jakarta Creative HUB ini milik Pemprov DKI, dibawah Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan. Dari 16 industri kreatif, ada 5 fokus yang dikembangkan oleh JCH. Yakni Fashion, Kria, desain grafis, desain produk, digital marketing dan arsitektur.

      Fasilitas yang dimiliki JCH yakni memiliki alat produksi berbasis teknologi, alat-alat kerja,  Meeing room. Marketspace, kantor, fashion lab,  class room.

      Adit, dari Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan mengatakan, sudah saatnya Bengkulu kembangkan entreprenurship, Saatnya Bengkulu punya creatif HUB.

      Disisi lain, Kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra melalui Manager Komunikasi Kpw BI Bengkulu, Dhony mengatakan, workshop wartawan daerah ini dilakukan tujuannya adalah untuk “belanja ide.” Jadi, upaya- upaya, cara untuk pembangunan daerah, menggerakkan sektor ekonomi daerah lain dapat diterapkan juga di Bengkulu. (ae2)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 × one =