Harga Ayam Potong Melonjak, Susi Marleny Bachsin: Harus Ada Kebijakan Strategis Pemerintah

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi

RBO,  BENGKULU – Mahalnya harga daging ayam di tingkat pedagang di pasar mendapat perhatian serius anggota DPR RI, Susi Marleni Bachsin SE,  MM. Untuk memastikan harga ditingkat pedagang, Susi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pasar Panorama Kota Bengkulu, Selasa (8/5). Hasilnya harga ayam memang mahal dipasaran mencapai Rp 44 ribu perkilogram.

       Ditingkat pedagang, Susi mendapatkan penjelasan bahwa stok ayam kian menurun mendekati masuknya bulan Ramadan. “Biasanya perhari bisa 30 ekor, berkurang jadi 20 ekor. Nah semakin kesini (Dekat puasa, red) semakin berkurang. Menurut pedagang mereka hanya bisa menjual ayam tidak lebih dari 5 sampai 10 ekor saja,” kata Susi.

Kondisi ini terjadi, sambung Susi, bukan karena disengaja oleh pedagang. Namun karena suplay ayam ketingkat pedagang di pasar yang menurun.

“Pedagang maunya jual banyak, tapi stok ke merekanya berkurang. Harga ayam semakin tinggi kalau ayamnya langka,” tutur Ketua DPD Gerindra Provinsi Bengkulu ini.

Menurut Susi, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin parah selama Ramadan. “Permintaan banyak, barang tidak ada. Jelas harganya akan naik. Mendekati lebaran dan selama puasa, jika kondisinya terus seperti ini. Harga ayam dipastikan akan naik dan naik terus. Kita tidak ingin kondisi ini terjadi. Karena akan membuat susah masyarakat,” ujar Susi.

Oleh karena itu, lanjut Susi, rencana Bulog menjual daging ayam merupakan langkah bijak untuk menstabilkan harga di pasar. “Bulog silakan jual ayam, ya untuk stabilisasi harga. Supaya masyarakat bisa membeli ayam dengan harga terjangkau. Namun jika alasan Bulog itu menjual ayam untuk menambah stok daging ayam saja. Dalam artinya, harga jualnya sama seperti di pasar. Saya tegaskan lebih baik tidak usah Bulog jual ayam,” tegasnya.(idn)

BERBAGI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *