Terjebak Emosi, Debat Paslon Walikota Bengkulu Saling Serang

Terjebak Emosi, Debat Paslon Walikota Bengkulu Saling Serang

BERBAGI
Drs Azhar Marwan M.Si_
BERBAGI:

Sebaiknya Pertajam Program dan Gebrakan

RBO >>  BENGKULU >>  Debat kandidat calon walikota dan wakil walikota Bengkulu putaran kedua masih monoton. Belum tajam. Terutama pada sesi 1-3 yang mirip  Lomba Cepat Tepat (LCT) untuk pelajar. Sebab, kandidat hanya menyampaikan visi misi, lalu menjawab pertanyaan. Barulah sesi keempat ada debat. Namun, belum mengupas program. Melainkan lebih ke emosi dan dendam.

       Menurut pengamat politik dari Universitas Bengkulu, Drs Azhar Marwan M.Si, masing-masing kandidat Paslon masih terjebak emosi dan ingin mengungguli lawan mereka. “Hal ini nampak dari gestur tubuh,  raut wajah dan intonasi kalimat yang mereka lontarkan,” ungkap Azhar Marwan, Kamis (10/5).

      Menurut dosen Fisip Unib tersebut, para kandidat Paslon jadi lupa dengan inti pertanyaan yang diminta. Anti klimaks pada sesi pertanyaan antar Paslon. “Saat sesi tanya jawab antar kandidat semakin nampak saling menyudutkan. Bukan beradu program. Misalnya Paslon yang bertanya ingin melihat program lawan, dan saat dikembalikan kesempatan bertanya menunjukkan program yang akan dia lakukan integrasi program pusat dan daerah harusnya dimunculkan. Program pusat dan daerah harusnya dimunculkan, program strategis nasional kita tidak masuk. Produk lokal kita, makanan, kerajinan dan kesenian belum masuk pengakuan nasional.

Kemudian penataan serta pengelolaan birokrasi, fasilitas umum seperti terminal, pasar, TPA yang berpengaruh pada posisi Kota Bengkulu Nomor 83 dari 93 Kota di Indonesia. Semuanya belum terpikirkan oleh Paslon. Padahal sinkronisasi program daerah dengan pusat sangat dimungkinkan untuk mengatasi kecilnya APBD kita, dan bisa diusulkan melalui dana DAK, ataupun Dekon-TP,” terang Azhar.

      Sebab itu, dengan sudah dua kali dilaksanakan debat, dan menyisakan satu kali tahapan debat lagi, Azhar menegaskan itu adalah kesempatan terakhir bagi seluruh kandidat untuk menyampaikan program kerja yang telah dirangkum menjadi visi misi masing-masing.

 “Debat terakhir merupakan final atau gong terakhir tampilan mereka secara langsung di media publik.  Kalau mereka tidak merubah pola, maka hasil debat ini tidak akan banyak pengaruhnya pada penentuan pilihan publik. Karena masyarakat menilai tidak ada sesuatu gagasan yang luar biasa untuk mengubah Kota Bengkulu ini lima tahun ke depan. Artinya, semuanya dianggap publik biasa-biasa saja.  Tidak akan ada gebrakan baru yang luar biasa.  Padahal masyarakat kota melihat data bahwa kita ini sangat tertinggal dari berbagai aspek.  Kriteria Kota bersih dicerminkan oleh  Adipura, pengelolaan keuangan oleh predikat WTP,  tata kelola birokrasi tidak adanya kasus aparatur pemerintah yang tersandung.  Kalau tiga aspek penilaian ini bisa dicapai melalui program yang konkrit,  akan ada perubahan dan akan ada kebanggaan bagi warga Kota Bengkulu. Inilah yang harusnya muncul dan berani para paslon ini ungkapkan kepada masyarakat,” tegasnya.

      Sebelumnya dari pantauan jurnalis saat debat, sejak awal pembukaan debat, ketika menyampaikan salam serta penyampaian visi misi Paslon, kandidat sudah mulai saling serang. Hal ini seperti disampaikan oleh kandidat Calon Walikota Nomor urut dua, Erna Sari Dewi (ESD) yang menyinggung soal pentingnya kehadiran sosok seorang pemimpin di tengah rakyat. Dimana hingga debat kedua untuk Paslon nomor urut tiga kandidat Calon Walikota H. Helmi Hasan SE masih belum terlihat mengikuti tahapan debat. Dan sindiran tersebut ditanggapi dingin oleh Calon Wakil Walikota nomor urut tiga, Dedy Wahyudi SE, MM yang mengatakan lebih baik fokus sesuai dengan tema debat. Yaitu tentang keutuhan NKRI dan kesejahteraan. Bahkan hingga sesi tanya jawab antar Paslon terlihat masing-masing kandidat saling bertanya dan berupaya mendalami sejauhmana pemahaman visi misi serta penguasaan program oleh masing-masing kandidat.

Paslon nomor urut empat bertanya pada paslon nomor urut satu dan Paslon nomor urut dua bertanya pada paslon nomor urut tiga.

      Sementara itu dari Ketua KPU Kota Bengkulu, Darlinsyah S.Pd, M.Si usai debat menyatakan alhamdulillah debat kedua telah terlaksana cukup baik.

“Alhamdulillah debat kedua dengan tema memperkokoh persatuan NKRI dapat berjalan dengan baik dan ada peningkatan kualitas pertanyaan Paslon dan berhasil menggali potensi masing-masing kandidat lewat pertanyaan head to head. Dan untuk debat yang ketiga nanti akan membahas materi tentang narkoba, kebersihan lingkungan, pemberantasan korupsi. Adapun terkait salah satu kandidat Calon Walikota yang tidak hadir, maka itu adalah kerugian bagi mereka sendiri karena tidak bisa menyampaikan secara maksimal terkait program dan visi misi yang ingin mereka sampaikan. Debat ketiga akan dilaksanakan tanggal 21 Juni,” kata Darlinsyah. (idn)