KA, KEK dan Tol Bengkulu Dimulai Tahun 2019

KA, KEK dan Tol Bengkulu Dimulai Tahun 2019

IST/RBO Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah
BERBAGI:

Tiga Mega Proyek Bengkulu Dibahas

RBO >>  BENGKULU >>  Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu menggelar Seminar Penerapan Teknologi Konstruksi Rencana Jalan Bebas Hambatan dan  Tol Provinsi Bengkulu Senin (14/05). Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Cakra Negara dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol BPJT Kementerian PUPR RI Herry Trisaputra Zuna.

Dalam pembahasan ini juga membahas beberapa proyek yang masuk Proyek Strategis Nasional. Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Drh dr H Rohidin Mersyah, MMA menerangkan, pihaknya optimis dalam pembangunan jalan tol Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan ini. Menurutnya, untuk proyek tol ini, sudah memasuki proyek strategis nasional (PSN). Sementara itu ada beberapa langkah yang memang harus dibahas. Seperti menentukan panlok. Masih menurut Rohidin,  hal ini yang menjadi pertimbangan bagi  pihaknya.

“Insya Allah pasti (proyek tol-red). Kita posisi sekarang, kalau PSN sudah masuk, sudah ada amdalnya. Sekarang seminar ini mereka membahas rekonstruksi dalam teknologi dimana letak geografis bagaimana. Dari pihak terkait ketika meminta agar membahas panlok sudah clear lokasinya dimana. Ini yang masih lama. Berharap dalam waktu tahun 2019 ini bisa dikerjakan,” terangnya.

Selain proyek jalan tol, ada juga dua proyek lainnya. Yakni pembangunan rel kereta api Pulau Baai ke Rejang Lebong pun ikut dibahas dalam seminar tersebut. Sementara itu untuk proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus )KEK) yang digagas oleh PT Pelindo, menurut Plt Gubernur tinggal menunggu ekspos yang dilakukan bersama sebelum mengirimkan dokumen hasil tersebut ke Sekretariat KEK.

“Seharusnya pembebasan lahan ditahun ini juga bisa dilakukan. Selain itu, Kereta Api juga sama dikarenakan sejajar. Kereta api sudah membuat trase, sudah disetujukan kementerian. Sehingga tinggal pembebasan lahan. Sementara itu untuk kawasan ekonomi khusus sudah masuk finalisasi dokumen. Sebelum diserahkan ke sekretariat KEK,  harus ekspos dulu di Jakarta agar dapat membuat percaya bagi investor,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol BPJT Kementerian PUPR RI, Herry Trisaputra Zuna mengatakan seminar ini merupakan tahap study dalam pembangunan proyek Bengkulu. Khusus proyek Jalan Tol, dalam pembangunannya harus menjalani beberapa tahap. Termasuk harus melakukan pembebasan lahan, dimana titik yang akan dilalui nantinya.

“Itu sudah ada dalam list proyek PSN hari ini. Untuk realisasi ada tahapan. Hari ini sedang membahas studinya. Untuk pembangunan itu dilakukan oleh PT Hutama Karya. Jika ada lahan tanahnya ada pasti bisa. Jadi, harus ada pembebasan lahan. Ketika lokasi sudah ditetapkan, nanti ada izin usaha lahan dari Badan Pertanahan Nasional.  Kalau jalan tol Bengkulu ke Sumatera Selatan, titik mulainya harus dari pelabuhan. Untuk kebutuhan total kawasan sekitar 330 kilometer. Kita juga memakai konstruksi yang baik, tentunya membangun dengan bertahap,” tutupnya. (CW1)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

14 + 12 =