Ditahan 24 Jam di Rutan,  Oknum Polisi Meninggal

Ditahan 24 Jam di Rutan,  Oknum Polisi Meninggal

Dedi S/RBO: Tahanan di ruang Mapenaling diamankan di Polda Bengkulu, untuk dimintai keterangan lebih lanjut
BERBAGI:

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Tahanan

RBO, BENGKULU – Lebih kurang selama 24 jam ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Malabero kelas II B Bengkulu, oknum Polisi Bripka Rofiq Hamzah meninggal diduga dianiaya tahanan lainnya. Hasil Penyelidikan pihak kepolisian sementara ini sekitar 6 orang tahanan di ruangan Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) diamakan di Polda Bengkulu untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

      Direktur Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Pudyo Haryono S.Ik, didampingi Kasudit Jatanras Polda, AKBP Max Mariners S.Ik dan Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma S.Ik mengatakan, sesuai dengan hasil pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sementara ini ada beberapa orang tahanan dan petugas pada saat kejadian yang harus dimintai keterangan.

      “Untuk hari ini ada 6 orang tahanan di ruang Mapenaling itu kita angkut ke Polda untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara untuk petugas Rutan akan menyusul berikutnya,” imbuhnya seusai melakukan olah TKP Kamis, (17/5).

Dikatakan Pudyo, sesuai dengan hasil pemeriksaan visum kulit luar untuk sementara ini, di beberapa bagian tubuh korban ada bekas lebam yang diduga menjadi korban penganiayaan. Namun untuk kepastian siapa pelaku dan masih dalam proses penyidikan pihaknya.

      “Kita belum tahu ya, apa pemicu kejadian keributan, sehingga membuat korban meninggal dunia. Hingga saat ini siapa pelakunya masih dalam proses Penyelidikan dan pengembangan,” tambahnya.

Masih dikatakan Pudyo, kasus yang menjerat korban ini adalah kasus penyalah gunaan narkoba yang menanganinya adalah Polda Bengkulu. Kemudian pada Rabu 16 Mei 2018 lalu Penyidik Polda melakukan pelimpahan tahap dua ke Jaksa. Kemudian korban langsung dititipkan di Rutan Malabero Kelas II B ini. Namun pada malam kemarin sekira pukul 20.30 WIB terjadi keributan antara korban dan tahanan lainnya. Sebelumnya korban sempat dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk mendapatkan perawatan medis. Namun pada Kamis pagi, (17/5) yang maha kuasa berkehendak lain, sehingga korban menghembuskan napas terakhir di rumah sakit, yang sekarang jasadanya sudah dititipkan di rumah sakit M Yunus untuk dilakukan otopsi.

      “Kalau dugaan sementara ini kuat dugaan korban pengeroyokan. Berapa orang yang melakukannya sejauh ini belum dapat dipastikan berapa jumlahnya, satu orang atau lebih,” tambahnya.

Masih dikatakan Pudyo, untuk motif pemicu kejadian itu sejauh ini pihaknya belum juga diketahui pasti. Apakah pelaku menaruh dendam kepada korban atau tidak karena masih dalam pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi.

      “Belum sampai kesitu ya, apa pemicu keributan itu. Apakah karena dendam atau tidak kita belum tahu, nananti saja ya nunggu hasil otoptsi,” demikian ucapnya. (ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

five × one =