Gawat! Penipu Catut Nama Kapolda

Gawat! Penipu Catut Nama Kapolda

BERBAGI
Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Coki Manurung
BERBAGI:

Kabid Humas: Warga Harus Lebih Teliti dan Cermat

RBO, BENGKULU – Siti Maimunah (20) warga Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu kemarin mendatangi Polda Bengkulu. Kedatangannya untuk melaporkan kasus dugaan tindak pidana penipuan yang menimpanya. Dimana dalam laporannya kemarin ia mengaku bahwa dirinya ditipu oleh pelaku yang mengaku-ngaku Kapolda dan minta mengirimkan pulsa Handpon (HP) dan makanan.

      Data yang dihimpu RADAR BENGKULU kerjadian itu berawal dari pelaku yang hingga sekarang ini masih proses lidik menelepon korban Siti Maimuna. Saat pelaku menelepon korban, pelaku mengaku jika dirinya adalah Kapolda. Saat itu pelaku memesan makanan dan pulsa kepada korban dan pelaku yang mengaku Kapolda tersebut akan membayar setelah pulsanya sudah masuk. Setelah pulsa yang diminta pelaku itu dikirim dan sudah masuk, pelaku kembali  kembali menelepon korban dan meminta diisikan lagi pulsa ke tiga nomor lainnya milik pelaku yakni nomor 081348107xxx, 082253000xxx dan 085349396xxx hingga mencapai Rp 4 Juta.

      Setelah makanan dan pulsa diterima pelaku, saat korban hendak menagih uang tersebut dan menghubungi nomor HP pelaku sudah tidak aktif lagi. Ternyata setelah dicross check nomor yang menelepon korban bukan nomor Kapolda Bengkulu. Korban yang tidak terima kejadian itu, langsung melaporkan ke Polda Bengkulu dengan bukti laporan LP – B/522/V/2018/SPKT. Polda Bengkulu untuk diproses lebih lanjut.

      Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH, M.Hum melalui Kabid Humas AKBP Sudarno S.Sos, MH saat dikonfirmasi membenarkan, adanya laporan penipuan tersebut. Dimana kasus itu mencatut nama Kapolda, dan sejauh ini anggota masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap korban sehingga bisa diketahui siapa pelaku dalam kasus ini.

      “Yang jelas laporan korban akan kita tindaklanjuti secara profesional. Dengan harapan ada seseorang yang bertanggung jawab dalam kasus ini karena sudah melakukan penipuan kepada korban dan mencatut nama Kapolda,” ucap Sudarno Kamis,(17/5).

Dikatakan Sudarno, masayarakat Bengkulu untuk tidak mudah terpancing dengan modus para pelaku penipuan yang lagi marak terjadi di wilayah Bengkulu saat ini. Kalau tidak pasti siapa orang yang menelepon tidak usah dilayani.

      “Kita harapkan warga Bengkulu harus lebih cermat dan teliti lagi sehingga kasus penipuan seperi demikian tidak terulang kembali,” demikian ucapnya.(ide)