Petani Resah, Pepaya California Diserang Antraknosa

Petani Resah, Pepaya California Diserang Antraknosa

BERBAGI
Wawan/RBO: Beginilah kondisi pepaya california yang terserang hama
BERBAGI:

RBO, SELUMA– Sejumlah petani pepaya California di Desa Lawang Agung, Kecamatan Air Periukan dibuat resah dengan munculnya serangan penyakit patek atau dikenal juga dengan antraknosa.

“Penyakit ini biasanya ditandai bintik hitam dan semakin lama bintik itu akan membesar dan lama kelamaan membusuk,” sampai Kades Lawang Agung, Kirman Efendi S.Sos, Selasa (12/6).

Akibat serangan penyakit tersebut, lanjutnya, banyak sekali buah pepaya terpaksa dibuang karena tidak laku dijual. Sementara saat ini dari pengalaman petani, untuk pencegahan digunakan bakterisida.

“Saat ini penyakit bintik hitam ini juga masih dilakukan penelitian oleh Prof Andy Afandi dari IPB,’’ katanya.

Kendati rentan dengan serangan penyakit itu, alasan utama petani setempat lebih bertahan menanam pepaya California, karena masa panennya lebih cepat dibandingkan menanam tanaman keras. Setidaknya saat tanaman pepaya mulai memasuki masa produksi, petani mampu panen seminggu sekali, dengan masa tanam sampai dua setengah tahun. Sedangkan panen tanaman keras baru panen setelah usia tanaman mencapai 6 – 7 tahun.

“Pada musim penghujan tanaman pepaya rentan terkena penyakit ini karena dipengaruhi oleh faktor kelembaban yang tinggi,” sampainya.

Tanaman pepaya memang rentan terhadap air. Apalagi saat musim hujan. Kekurangan air atau kelebihan air bisa menyebabkan tanaman pepaya bisa mati. Banyaknya air yang ada dalam tanah mengakibatkan lembab. Sehingga mempercepat kembang biak patogen, baik jamur maupun bakteri. Juga mengakibatkan terganggunya keseimbangan pupuk tanaman pepaya dalam tanah. (one)