Penambang Tradisional Benteng Minta Dicarikan Solusi Jika Ditertibkan

Penambang Tradisional Benteng Minta Dicarikan Solusi Jika Ditertibkan

BERBAGI
AGUS/ RBO Aktivitas tambang tradisional masyarakat di sungai Rindu Hati.

RBO <<  BENTENG >>  Rencana  penertiban aktivitas penambang batu dan pasir tradisional tak berizin yang ada di Bengkulu Tengah (Benteng) mendapatkan respon dari sejumlah penambang dialiran sungai Rindu Hati, Taba Penanjung.

Salah seorang penambang, Zaidan, warga Desa Taba Baru, Kecamatan Taba Penanjung mengaku pasrah jika aktivitasnya dihentikan. Diakui, selama ini ia mendapatkan untung yang cukup lumayan dari aktivitas penambangan itu untuk menghidupi keluarganya dari hasil tambang itu bersama rekan-rekan se-profesinya.

“Tak masalah kalau mau ditertibkan. Tetapi saya mewakili teman-teman yang menggantungkan hidup disini juga meminta solusi pekerjaan yang lain. Sehingga jika tak bekerja lagi disana, kami sudah ada pekerjaan yang lain,” katanya kepada Radarbengkuluonline.com kemarin.

Dibagian lain, penambang lainnya juga berharap pihak terkait tidak sekadar melakukan penertiban. Ia meminta agar dicarikan solusi pekerjaan yang lain. Hal ini mengingat banyak warga sudah terlanjur menggantungkan hidup keluarganya pada hasil pertambangan tersebut.

“Kalau mau menertibkan tambang masyarakat yang tidak terdaftar, sebaiknya harus memikirkan dampak jangka panjangnya juga. Kemana lagi warga yang berprofesi sebagai penambang mencari nafkah untuk keluarga mereka,” harapnya. (ags)