Kapolda: Money Politics Pasti Kita Tangkap

Kapolda: Money Politics Pasti Kita Tangkap

IST/RBO Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH,M.Hum saat memberikan pembekalan kepada satuan anggota Linmas kemarin
BERBAGI:

1.866 Linmas dan Polri Siap Amankan Pilwakot

RBO  >> BENGKULU >>  Jangan coba-coba money politics! Pasti ditangkap polisi. Hal ini ditegaskan Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung, M.Hum kemarin.

      Untuk memantau money politics dan menciptakan Pilkada yang berkualitas, sebanyak 1.244 anggota Linmas dan 622 anggota Polri Kamis, (21/6) menggelar apel kesiapsiagaan dan pembekalan dalam rangka pengamanan pemilihan Walikota Bengkulu 27 Juni 2018 mendatang. Apel kesiapsiagaan itu berlangsung di gedung STQ Bengkulu dipimpin langsung Wakapolda Bengkulu, Kombes Pol Budi Widjanarko SH, MH. Dalam giat tersebut turut hadir Ketua KPU Kota Bengkulu, Penjabat Walikota Bengkulu, Ketua Banwaslu Kota Bengkulu, Kapolres Bengkulu, Pejabat Utama (PJU) Polda Bengkulu, dan seluruh unsur maritim TNI.

      Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH, M.Hum saat dikonfirmasi terkait dengan apel kesiapsiagaan itu mengatakan, tugas anggota Linmas dalam pelaksanaan Pilkada dan Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang sangatlah berat dan tugas tersebut adalah amanah. Jadi, setiap anggota Linmas harus paham UU Tentang Pemilihan Kepala Daerah. Yang terpenting anggota Linmas harus paham tugas dan perannya yang memberikan pengamanan di Tempat Pemungutan Suara  (TPS) masing-masing. Anggota Linmas kepentingannya sangat vital. Harus cerdas, dan harus netral dan tidak boleh tidak netral. Kemudian jangan memerlukan kepentingan Politis dalam pengamanan TPS tersebut.

      “Di setiap TPS itu keamanannya memang kewajiban anggota Linmas. Dan ini perlu dan harus dibriefing. Dan memberikan kemampuan kepada mereka dalam rangka menjaga keamanan di TPS saat pemilihan berlangsung nantinya. Anggota Linmas juga disandingkan dengan anggota Panitia Pemungut Suara (PPS) dan petugas kita dari Polri, setidaknya mereka saling mengenal,” sampai dia kemarin.

Selain dari itu, kata Kapolda, setiap petugas pengamanan, baik itu anggota Linmas maupun dari anggota Polri, harus peka terhadap lingkungan TPS. Seketika terjadi bencana alam atau suatu permasalahan petugas harus lebih tahu TPS harus diarahkan dan dipindahkan kemana yang lebih aman. Mulai dari sekarang pilih TPS yang jauh dari banjir dan hal-hal yang bersifat mengganggu kelancaran proses pemungutan suara. Melalui apel ini anggota Linmas diberikan moral yang harus siap menjalankan tugas dalam menjaga keamanan dalam pemilihan Walikota Bengkulu tahun 2018 ini.

      “Apabila terjadi bencana alam, terutama para Pak Camat, Kapolres, dan Kapolsek harus tahu tempat pemindahan TPS yang lebih aman dari kejadian bencana alam.  Petugas Linmas kepentingannya sangat vital, dan harus cerdas. Dan mereka juga harus netral. Tidak boleh tidak netral. Dan jangan mementingkan kepentingan politis dalam menjaga keamanan,” imbuhnya.

Dikatakan Kapolda, dalam menjaga keamanan ini petugas Linmas juga diharapakan dapat bekerja sama dengan anggota Polri yang bertugas di lapangan. Jika mendapat informasi adanya praktik money politics agar segera secepat mungkin untuk menginformasikan kepada anggota Polri yang bertugas menjaga keamanan di TPS tersebut.

      “Kita sudah sampaikan semua kepada para tim sukses dan para Pasangan Calon (Paslon). Dan juga sudah ada peraturan undang-undang. Jika nanti ada dan terbukti adanya praktik Money Politics dalam Pilkada ini dipastikan kita tangkap. Kepada anggota Linmas diharapkan untuk menginformasi kepada anggota Polri, jika melihat dan mengetahui praktik money politics, kita pastikan tindak tegas itu,”pungkasnya.

Sementara itu Wakapolda Bengkulu, Kombes Pol Budi Widjanarko SH, MH dalam sambutannya dalam pembukaan apel kesiapsiagaan pengamanan pemilihan Walikota Bengkulu tahun 2018 itu mengatakan, dalam rangka memberikan pengamanan pemilihan Walikota Bengkulu 27 Juni 2018 mendatang pihaknya bersama dengan anggota Linmas menggunakan formasi pengamanan 2:2:4 dengan artian 2 TPS 2 anggota Polri dan 4 anggota Limas, (satu TPS 1 anggota Polri dan dua anggota Linmas). Tugas utama anggota Linmas adalah menjaga keamanan. Masalah protes masyarakat terkait dengan tempat pemilihan, itu adalah tugas ketua panitia dan anggota PPS di TPS tersebut. Dari total anggota Linmas dan Polri sebanyak 1.866 orang ini siap mengamankan sebanyak 622 TPS yang tersebar di Kota Bengkulu. Dengan harapan  setiap proses dan tahapan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu tahun 2018 ini dapat berjalan dengan lancar, aman, nyaman dan kondusif.

      “Terhitung sejak 26 Juni 2018 mendatang setiap anggota Linmas dan anggota Polri sudah siap di TPSnya masing masing. Dan berkoordinasi dengan ketua dan anggota PPS untuk kesiapan pengamanan dalam pemungutan suara di TPS yang diamankan,” demikian sampai dia.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fourteen − thirteen =