Plt. Gubernur : Harganas Momentum Membangun Generasi Berkualitas

Featured Pemda Provinsi Peristiwa

Peringati Harganas 2018, GENRE bersama FKPD Gelar Senam Massal

RBO >> BENGKULU >>   Plt. Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA mengatakan,  keberhasilan keluarga saat ini tidak terlepas dari berhasilnya Gerakan KB. Turunnya angka pertumbuhan dapat membawa dampak terhadap struktur keluarga, yang mengarah pada keluarga inti (nuclear family) berkualitas yang terdiri dari suami istri dan anak dalam jumlah sedikit (maksimal 2 orang).

Keluarga kecil tidak selalu identik dengan sejahtera, namun diharapkan dapat membentuk jumlah keluarga sejahtera yang semakin besar. Sehingga menjadi insan yang andal dalam pembangunan bangsa.

      Oleh karena itu, pengendalikan jumlah penduduk, menjadi hal yang harus diwujudkan untuk menjadikan Provinsi Bengkulu yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

      Rohidin  menambahkan, Forum Genre memiliki peran yang penting dalam membangun Bengkulu. Sebab generasi berkualitas berangkat dari keluarga yang sukses. Oleh karena itu, remaja adalah aset bangsa yang senantiasa harus dijaga dan didukung semua kegiatan positifnya.

Menurutnya, keluarga adalah faktor penentu utama lahir manusia bertanggung jawab, teguh memegang amanat, cinta berkorban bagi nusa, bangsa dan agama. Bila keluarga berhasil mendidik anak-anaknya, maka generasi peneruspun akan berhasil, sehingga pembangunan bangsa akan tercapai.

      Semua keberhasilan saat ini berawal dari keluarga. Keluarga yang kuat dan sehat merupakan syarat bagi pembangunan masyarakat. Untuk itu keberadaan keluarga harus mendapat perhatian serius. Termasuk dari adannya keberadaan kampung keluarga Berencana di setiap daerah yang dalam katagori butuh perhatian. Salah satunya mengenai masalah angka kelahiran dan penggunaan alat kontrasepsi. Pemda sendiri saat ini telah menggodok pokja Kampung KB bersama mitra BKKBN agar dapat menjadi bonus demografi 2045.

 Rohidin berpesan, remaja di Bengkulu harus mengisi setiap harinya dengan berbagai kegiatan positif dan berprilaku yang terpuji dan mulia serta tidak melakukan pernikahan dini dan narkoba.

“Untuk memperingati Hari Keluarga Nasional akan dipusatkan di Manado, Sulawesi Utara. Sedangkan di tingkat provinsi akan dipusatkan di Kaur pada tanggal 29 sampai 30 Juli 2018. Nanti akan kita laksanakan dengan meriah dan akan melibatkan remaja sebagai pelaku utama dan berikan tanggungjawab sesuai usia mereka,” tutup Rohidin.

      Disisi lain, dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional 2018 yang akan dilaksanaan pada 29 Juli 2018  mendatang di Kabupaten Kaur, BKKBN bersama pemda provinsi menggelar olahraga Senam Pagi dan Tarian Massal Flashmove GenRe yang digagas oleh Forum Generasi Berencana. Kegiatan itu dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat pagi pukul 07.00-09.00 WIB (29/6).

Dengan mengusung tema ‘Cinta Keluarga, Cinta Terencana, dan Cinta Indonesia’ senam ini diikuti oleh puluhan remaja yang tergabung dalam forum generasi berencana basis pendidikan dan masyarakat dari kabupaten kota.

      Kegiatan itu juga Plt. Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA mengungkapkan, remaja memiliki masalah yang sangat kompleks.

“Remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu disiapkan menjadi manusia yang sehat secara jasmani, rohani, mental dan spiritual. Faktanya berbagai penelitian menunjukkan bahwa remaja memiliki masalah yang sangat kompleks,” ujarnya.

      Untuk diketahui bersama, masalah yang sering kali muncul di kalangan remaja saat ini dan terkhusus di Provinsi Bengkulu, yakni permasalahan seputar TRIAD KRR (menikah diusia dini, seks pra nikah dan Napza).

 Rohidin menambahkan, rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja dan median usia kawin pertama pertemuan relatif masih rendah, yaitu 19,8 tahun.

      Untuk kita ketahui bersama, setiap tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (HARGANAS). Harganas bertujuan melihat sejauh mana peran pemerintah dalam membentuk bangsa berkualitas. Sebab keluarga merupakan unit terkecil dari suatu kelompok masyarakat.

      Tanggung jawab membina keluarga bukan hanya kaum ibu semata. Akan tetapi tanggung jawab semuanya. (ae2/prw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *