5 Juli, KPU Kota Pleno Rekapitulasi Pilwakot

Featured Kota Bengkulu Politik

Zaini : Saat Pleno Diharapkan Tetap Kondusif

RBO >>  BENGKULU >>  Penyelenggara pemilu, KPU  Kota Bengkulu telah melaksanakan tahapan lanjutan penghitungan suara Pilkada 2018, yakni proses hitung untuk tingkat PPK di Kecamatan dan untuk pleno rekapitulasi tingkat KPU Kota Bengkulu sendiri dijadwalkan mulai tanggal 4, 5 dan 6 Juli.

       “Kalau waktunya tergantung kesiapan panitia pemilih kecamatan masing-masing. Tidak ditentukan harus mulai pagi ini, tetapi yang penting prosesnya harus hari ini (kemarin-red). Sedangkan untuk tingkat KPU Kota Bengkulu, jadwalnya kita mulai pleno tanggal 4, 5 dan 6 Juli. Tapi kita agendakan dilaksanakan tanggal 5 Juli nanti,” ungkap Ketua KPU Kota Bengkulu Zaini S.Ag kepada radarbengkuluonline.com  Jumat (29/6).

     Saat penyelenggaraan rapat pleno penghitungan suara nanti, KPU meminta agar semua pihak tetap berkomitmen agar menjaga situasi supaya selalu tetap kondusif. Untuk para saksi, lanjutnya, penyelenggara tetap hanya memperbolehkan saksi yang memiliki surat mandat dari kandidat. Saksi pun diminta mengikuti aturan yang berlaku. Seperti syarat dan jumlah yang diizinkan mengikuti jalannya penghitungan suara di dalam ruangan rapat.

      “Bagi simpatisan kami minta untuk tidak melakukan tindakan yang menimbulkan gesekan. Apalagi jika berkumpul ramai-ramai di lokasi penghitungan,” ujarnya.

    Saat ini terlihat dua calon yang masih bersaing memperjuangkan kursi Walikota Bengkulu. Dua pasang lagi, yakni mantan Ketua DPRD Kota Bengkulu Erna Sari Dewi-Ahmad Zarkasi mendapatkan suara terendah yang terpaut cukup jauh dari peraih suara terbanyak. Pasangan ini hanya mendapatkan sekitar 17 persen suara. Begitu juga dengan pasangan calon yang maju dari jalur perseorangan, David Suardi—Bakhsir. Dari penghitungan beberapa lembaga survei pasangan ini mendapat suara cukup banyak. Yakni 22 persen. Namun, masih terpaut sekitar 10 persen dari peraih suara terbanyak. “Jika KPU memang meminta kami tetap menempatkan saksi di penghitungan suara tingkat kecamatan, ya kami akan coba siapkan. Saya sudah menyampaikan ucapan selamat kepada pemenang. Pilkada ini harus siap menang maupun kalah. Perlu untuk berjiwa kesatria,” kata Calon Walikota David Suardi.

    Kali ini tinggal pertarungan dua petahana. Mantan Walikota petahana telah menyampaikan hasil raihan tertinggi dan mengumumkan kemenangannya kepada para simpatisan atas penghitungan sejumlah lembaga yang melakukan survei real count Pilwakot. Helmi menempati urutan tertinggi dengan raihan sekitar 32 persen suara, dan mengalahkan suara mantan wakil Walikota petahana Patriana Sosialinda dengan dukungan 28 persen suara pemilih.  “Ini sesuai dengan hasil survei kita beberapa saat sebelum pemilihan. Namun untuk hasil sebenarnya tentu tetap menunggu keputusan final penghitungan suara dari KPU,” ujar Wakil Ketua I DPW PAN Provinsi Bengkulu, Dempo Xler.

      Pasangan mantan Wakil Walikota petahana Patriana juga memiliki hasil hitung sendiri. Timnya mendapati yang berbeda. Menurut Kepala Sekretariat Tim Pemenangan Linda-Mirza, Antonio Imanda, hasil real count pihaknya, pasangan nomor urut 4 ini meraih perolehan suara terbanyak dibanding kandidat lain.  “Dimana Paslon Linda-Mirza memperoleh 40.736 suara (31,19%). Sementara Paslon nomor urut 1 memperoleh 28.786 suara (22,04%), Paslon nomor urut 2 meraih 21.850 suara (16,73%). Sedangkan Paslon nomor urut 3 meraih 39.234 suara (30,04%),” jelas Manda.

      Sementara itu berdasarkan hasil pleno di PPK Kecamatan Ratu Samban kemarin, Empat Paslon mendapatkan dukungan dengan rincian Paslon nomor urut satu David-Bakhsir mendapatkan 2.584 suara, Paslon nomor urut dua ESD-Aza 1.291 suara, Paslon nomor urut tiga Helmi-Dedy meraih 2.244 suara dan paslon nomor urut empat Linda-Mirza mendapatkan 2.593 dukungan suara. Dan ada 556 suara tidak sah di Kecamatan Ratu Samban.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *