Harga Sawit Anjlok Karena Isu Kolestrol dan Boikot CPO

Featured Seluma

  RBO >>  SELUMA >>  Kepala Dinas Pertanian Seluma, Marah Halim, S.P M.P menilai anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Seluma merupakan dampak dari adanya rencana Uni Eropa untuk melarang masuk produk Crude Palm Oil Crude (CPO) asal Indonesia.

“Secara tidak langsung ini merupakan dampak adanya rencana pihak Uni Eropa yang akan memboikot CPO dari Indonesia,” kata Marah Halim dikonfirmasi radarbengkuluonline.com diruang kerjanya, Jumat (29/6).

Selain itu, isu kolesterol tinggi dari produk CPO Indonesia berdampak adanya pengurangan konsumsi, dan mengalihkannya kebutuhan minyak dari kacang Kedelai. “Harga TBS sawit di Seluma, khususnya saat ini hanya Rp 400 per kilo gramnya. Harga itu berdampak makin sulitnya pertumbuhan ekonomi masyarakat lantaran tak sebanding antara hasil panen dengan biaya pemeliharaan, upah panen, biaya angkut,” ujar Marah Halim.

Terkait penurunan harga salah satu komoditas unggulan perkebunan di Seluma ini, Marah Halim mengaku pihaknya tak mampu berbuat banyak untuk ikut andil meningkatkan harga. “Untuk harga sawit, pihak pabrik ataupun perusahaan langsung berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan mekanisme pangsa pasar. Pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak untuk ikut andil mengambil kebijakan atau membatasi harga,” sampainya.

Dibagian lain diakuinya pula penurunan harga yang terjadi juga disebabkan menumpuknya buah sawit di toke dan pabrik, pasca lebaran tahun ini. (0ne)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *