Kakak Kandung RM Bakal Jadi Cawagub?

Featured Pemda Provinsi Politik

Ketua DPW PKB: Tergantung Kesepakatan Parpol Koalisi

RBO >> BENGKULU >>  Siapa yang akan menjadi Wakil Gubernur setelah Ridwan Mukti dicopot? Kabarnya yang berkembang untuk kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bengkulu muncul nama kakak kandung Gubernur Bengkulu non aktif Ridwan Mukti (RM) yang bernama Argani Mukti. Hal ini hampir sama kejadiannya dengan proses pergantian Gubernur Bengkulu saat Junaidi Hamsyah menggantikan Agusrin M Najamuddin dan akhirnya adik kandung Agusrin, Sultan B Najamuddin yang dilantik menjadi Wagub.

 “Sejauh ini siapa yang akan diusulkan menjadi Cawagub, Kami masih menunggu keputusan hukum inkrah terlebih dahulu. Dan siapa yang akan diusulkan menjadi Cawagub nanti kami tergantung kesepakatan Parpol koalisi pengusung saat Pilkada Gubernur tahun 2015 lalu,” ungkap Ketua DPW PKB Provinsi Bengkulu, Herliardo S.Ag yang merupakan salah satu partai politik pengusung Duo RM saat Pilkada Gubernur lalu ketika ditemui radarbengkuluonline.com  Rabu (4/7).

      Dijelaskan oleh Herliardo yang saat kampanye Pilgub lalu merupakan ketua tim pemenangan Duo RM, kalau saat ini muncul nama saudara yang merupakan kakak kandung Ridwan Mukti untuk Cawagub, dia belum membenarkan hal tersebut.

“Saya memang kenal dengan kakak Ridwan Mukti yang namanya Argani Mukti itu. Dalam hal ini, kami partai pengusung dimana ada NasDem, Hanura serta PKPI belum membicarakan soal kemungkinan kakak Ridwan Mukti tersebut untuk jadi Cawagub. Namun ketika pengusulan nama Cawagub nanti, bisa saja nama yang kami usulkan itu diluar pengurus atau diluar kader partai. Dengan catatan seluruh Parpol pengusung sepakat mengusung calon itu,” jelasnya.

      Dan untuk sosok Argani Mukti sendiri, lanjut Herliardo, Dia kenal dan Argani Mukti merupakan kader dari Partai Golkar. “Kalau kita kesepakatan bersama Parpol pengusung terakhir kemarin, Untuk Cawagub, kita akan mengirimkan dua nama kepada Gubernur definitif nanti. Sedangkan PKB sendiri sebelumnya sudah mengerucutkan enam nama Cawagub. Ada saya sendiri. Kemudian Leny Latief, Suimi Fales, Johari Salim, Zainal dan Suroto. Enam nama ini tinggal menunggu keputusan DPP,” lanjutnya.

      Kalau berkaca dari pengalaman sebelumnya memang ketika Junaidi Hamsyah menjadi Gubernur definitif menggantikan Agusrin, kemudian Sultan yang dilantik menjadi Wagub. Hal itu kata Herliardo beda dengan kondisi saat ini.

 “Kalau Agusrin dan Sultan dulu, memang mereka itu kakak beradik berada dalam satu partai. Yaitu Demokrat. Dimana Partai Demokrat ketika itu memang pengusung Agusrin-Junaidi. Kalau kita saat ini, Golkar bukan termasuk partai pengusung. Golkar saat Pilkada Gubernur dulu hanya sebagai pendukung. Sebab mereka masih dualisme saat Pilkada Gubernur dilaksanakan,” pungkasnya. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *