Kepala BNNP: Bandar Narkoba Ditembak Mati

Kepala BNNP: Bandar Narkoba Ditembak Mati

IST/RBO: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu, Brigjen Pol Drs Nugroho Aji Wijayanto SH, MH saat memberikan keterangan pers
BERBAGI:

Semua Punya Senjata Baru

RBO, BENGKULU – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu, Brigjen Pol Drs Nugroho Aji Wijayanto SH, MH makin tegas. Setiap bandar Narkoba yang masuk ke wilayah Provinsi Bengkulu, akan ditembak mati. Instruksi tindakan tegas tersebut sudah disampaikan kepada semua anggotanya yang bekerja di lapangan.

“Saya sudah perintahkan langsung anggota saya. Bandar Narkoba yang masuk ke wilayah Provinsi Bengkulu ini harus ditembak mati. Pokoknya bandar Narkoba di Bengkulu tembak mati,” pungkasnya Jumat, (6/7).

Diakuinya, dalam memerangi Narkoba di wilayah Provinsi Bengkulu ini, pihaknya ada satu analisa bahwa anggota BNNP Bengkulu sudah mengelompokkan jaringan ini bandarnya ini. Jika bandar itu melalui jaringan yang menjadi target.

Pihaknya tidak neko-neko baik jumlah barang yang dibawa sedikit maupun banyak. Yang namanya bandar pihaknya memastikan mengambil sikap tegas yaitu melakukan penembakan di tempat. Setiap jaringan Narkoba yang masuk ke wilayah Bengkulu ini semuanya sudah dimonitor. Jaringan A pemodalnya ini, pengendalainya ini, pengedarnya ini, dan ini pemakainya. Khusus untuk pemakai, pihaknya memprioritaskan untuk direhabilitas. Sebab, pemakai ini adalah korban.

“Ya, kita juga bedakan antara pemakai dan pengedar ya, kalau pemakai kita instruksikan untuk direhabilitasi. Tetapi kalau bandar tidak ada kata lain selain dari tembak mati,” kata dia.

Masih dikatakan Nugroho, sekarang ini khusus untuk wilayah Provinsi Bengkulu bisa dikatakan tidak terlalu darurat peredaran Narkoba. Sebab, jaringan besar yang masuk ke wilayah Bengkulu ini sudah banyak diungkap BNNP. Tetapi peredaran paket kecil-kecil masih ada dan hingga saat ini belum bisa diputuskan. Pada prinsipnya, BNNP Bengkulu terus berupaya untuk memutuskan mata rantai peredaran Narkoba di wilayah Bengkulu ini.

Diakuinya, jaringan besar Narkoba di wilayah Bengkulu ini, sesuai dengan monitor BNNP ada tiga kelompok pertama yaitu, kelompok Kirmin hingga sekarang masih ada jaringannya muncul. Kedua oknum Napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Bengkulu, yang sekarang masih dalam penyelidikan dan pendalaman anggota. Kemudian ada satu jaringan lagi juga masih dalam proses penyelidikannya.

“Kalau oknum Napi di Bentiring itu nanti terbukti, kita pastikan yang bersangkutan juga dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Yang jelas sekarang ini untuk wilayah Bengkulu ada 3 kelompok jaringan Narkoba. Yang asal barangnya dari China dengan berbagai macam bentuk, ada yang warna biru, merah, Orange, dan juga ada bentuk madu,” bebernya.

Selain dari penindakan tegas dari anggotanya, diungkapkan Nugroho, khusus untuk penanganan peredaran narkoba pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan agar pelaku Narkoba yang berhasil ditangkap itu dituntut mati. Sekarang ini lanjut dia, jaringan Narkoba di Bengkulu ini sudah kecil. Bagaimana cara untuk menghilangkannya, salah satu langkah yaitu dari pihak BNNP mengambil tindakan tegas, terukur. Kemudian dari pihak Kejaksaan harus menerapkan tuntutan maksimal kepada pelaku Narkoba saat diadili di persidangan.

“Untuk memerangi Narkoba ini tentu perlu kerja sama baik itu masyarakat umum, maupun dari instansi yang berkaitan, jika peredaran Narkoba ini sudah kecil kita berusaha untuk menghilangkannya,” ungkapnya.

Masih diungkapkan Nugroho, bahwa sekarang ini BNNP Bengkulu masih banyak PR yang perlu dikerjakan untuk menuntas kasus peredaran narkoba di wilayah Bengkulu ini. Salah satunya yaitu, DPO hasil pengungkapnya beberapa waktu lalu. yaitu di wilayah Kabupaten Kaur. Anggota yang memburu target itu sudah diinstruksikan untuk melakukan tindakan tegas yaitu tembak di tempat.

“Kalau anggota tidak berani menebak bandar Narkoba di tempat, tidak usah jadi Polisi. Senjata bukan untuk dipajang, tetapi untuk melakukan tindakan tegas terhadap bandar Narkoba. Sekarang inikan senjata kita semuanya baru dan lengkap dari pimpinan kita,” demikian ucapnya.(ide)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nineteen − 15 =