Wahyu: Bila Terbukti, Tindakan Tegas Menanti

Wahyu: Bila Terbukti, Tindakan Tegas Menanti

BERBAGI:

Ini Dia Fakta Dugaan Kecurangan PPDB SMA  di Benteng

RBO >>  BENTENG >>  Dugaan adanya kecurangan pada praktik Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) ditingkat SMA di Bumi Maroba Kite maju Benteng satu-persatu mulai terkuak dan mendekati kebenaran.

Dari data investigasi RADAR BENGKULU, modus dugaan pelanggaran PPDB ini adalah dengan menggunakan perubahan Kartu Keluarga (KK) calon siswa yang sebelumnya berada di desa di luar zona penerimaan siswa baru. Namun dengan perubahan KK baru ini, mereka masuk dalam data KK warga lain yang masuk dalam zona sekolah yang akan mereka masuki sekolah tersebut.

Setidaknya ada puluhan siswa yang pada data awal berdomisili di desa yang berbeda dengan data KK saat mendaftarkan diri di SMAN yang letaknya di Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat.

Misalnya, siswa yang diterima di SMAN 1 Benteng bernama YAP dalam faktanya ia berdomisili di Desa Dusun Baru II yang harusnya masuk di Zona SMAN 5 Benteng. Namun dengan menggunakan alamat baru di Desa Tengah Padang, ia dapat diterima pada PPDB di SMAN 1 Benteng. Begitu pula dengan EP, alamat awal di Desa Karang Tinggi kini malah masuk KK warga Desa Kembang Seri.

Hal ini juga berlaku bagi AD, warga Karang Tinggi berubah dengan alamat barunya di Desa Talang Empat dan masih banyak alamat baru lainnya di KK yang berubah, sehingga mereka dapat masuk Zona SMAN 1 Benteng, meski secara fisik siswa tersebut tetap berdomisili di desa awal bersama orang tua mereka.

Dan yang lebih ironis, data KK yang diterbitkan Dukcapil Benteng pada perubahan KK baru ini, umurnya masih dalam hitungan hari dan bertentangan dengan Permendibud RI yang tegas menyatakan minimal umur KK selama 6 bulan.

Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu melalui Kabid Pendidikan SMA, R.Wahyu,SH.M.Si mengaku telah mendapat laporan terkait carut-marut PPDB SMA di Benteng ini. Dia pun segera membuat laporan pada pimpinan untuk menindaklanjuti hal yang dianggap mencoreng dunia pendidikan ini.

      “Kita sudah dapat data sejak tahun lalu, sekolah ini melanggar PPDB. Tunggu saja waktunya. Tidak mungkin ini kita biarkan dan pasti ada sanksi yang jelas dan tegas,” ujar Wahyu. (bri)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

6 + four =