Plt Gubernur Pimpin Rapat , Semua Pabrik Sepakat Beli Sawit Rp...

Plt Gubernur Pimpin Rapat , Semua Pabrik Sepakat Beli Sawit Rp 1.200

RONAL/RBO Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat memimpin rapat bersama soal harga sawit yang sudah disepakato dibeli Rp 1.200 per kg
BERBAGI:

RBO >>  BENGKULU >>  Tidak ada alasan lagi. Harga TBS sawit Rp 1.200 per Kg kembali disepakati kemarin. Rapat kali ini istimewa. Pasalnya, karena dipimpin langsung Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu, Dr drh H Rohidin Mersyah, MMA Rabu (11/07).

      Polemik rendahnya harga TBS hingga Rp 600/Kg ini cukup menjadi sorotan di seluruh daerah se Provinsi Bengkulu. Pasalnya, dari harga yang ditetapkan seharga Rp 1.200 per Kilogram, namun masih banyak pabrik yang membeli di bawah harga itu.  Sehingga rapat kemarin berlangsung alot.

Disampaikan Ketua Gabungan Asosiasi Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia, Jhon Siregar, pihaknya selama ini kewalahan menerima produk sawit dari petani akibat kualitas. Sementara itu, alasan lainnya dikarenakan Provinsi Bengkulu tidak memiliki perusahaan minyak goreng. Bahkan waktu libur lebaran yang panjang, menjadi faktor dimana harga sawit menjadi menurun.

Namun hal ini dibantah langsung oleh Plt Gub Rohidin. Menurutnya, faktor tersebut tidak bisa jadi alasan. Dimana pada tahun sebelumnya hal ini tidak terjadi. “Sehingga saya meminta kepada Dinas Tenaga Kerja, bagaimana jumlah waktu panjang libur mereka,” terangnya kemarin saat diliput radarbengkuluonline.com  serta media massa lainnya.

Masih menurut Rohidin, jika dibandingkan dengan daerah lain juga bernasib sama, namun rendahnya harga tidak seburuk di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, hal ini merupakan dampak dari mekanisme pasar dagang. Sehingga jika harga turun, tidak dengan kesepakatan bersama, maka hal ini perlu ditelusuri.

Sementara itu, menurut pihak GAPKI, faktor lainnya dikarenakan adanya disparitas atau perbedaan upah oleh para perkerja pabrik sebesar Rp 300. Sehingga wajar harga ini sangat berbeda dari beberapa daerah lainnya.

“Memang adanya nilai disparitas terhadap harga yang dibeli, sehingga harga itu turun,” katanya.

Namun pendapat ini ditolak oleh Bupati Bengkulu Utara, Ir Mian. Menurutnya, seharusnya jika perusahaan dapat mengantisipasi jika menerima produk sawit dengan kualitas rendah, maka perusahaan harus memberikan shock therapi terhadap para petani.

“Hal ini harus tegas. Jangan kucing kucingan menerima semaunya saja. Jika kualitas sawit itu memang jelek, maka tolak. Namun harus berdasarkan dengan fakta,” tegasnya.

Namun menurut Jhon Siregar, pihaknya hanya menerima produk minyak, bukan buah. Hal inilah yang menjadi pertimbangan pihaknya untuk menilai kualitas sawit tersebut.

“Kami juga tidak ingin membuat masyarakat petani menjadi sengsara. Namun kita juga memikirkan bersama perusahaan dimana disana masyarakat juga mencari nafkah,” ujarnya.

Disisi lain, salah seorang warga Kabupaten Mukomuko yang merupakan petani sawit mengutarakan, selama ini dirinya membatasi uang pembayaran kredit, bahkan menunggak lama. Pihaknya pun bersyukur, jika penetapan harga Rp 1.200 per kilogram itu disepakati bersama. Namun kenyatannya tidak demikian rupa. Bahkan dirinya secara terang berkata, masih ada beberapa pihak di Kabupaten Mukomuko yang memainkan harga tersebut.

“Disana pabrik tidak memperhatikan suplayer. Sampai sekarang harga TBS ini diangka Rp 700 perkilo. Ini tidak sesuai dengan kenyataannya. Tolong jaga suplayer disana agar tidak  bermain dengan harga TBS ini,” ungkap Iza Hari.

Hingga akhirnya, kesepakatan dibuat agar seluruh pihak tidak dirugikan. Menutupi rapat tersebut, Rohidin menerangkan beberapa kesepakatan yang harus dijaga. Tampak hadir dalam rapat yang dilaksanakan cukup alot, diantaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Ricky Gunarwan, Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Septi Feriadi, STP, Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, Asisten I Setda Kabupaten Seluma Mirin Ajib, Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Ahmad Tharmizi  serta para pengusaha sawitnya.    (Lihat Tabel.red). (Cw1)

Berikut Kesimpulan Rapat Bersama Terkait Harga TBS

  1. Mulai hari ini, seluruh pabrik minyak kelapa sawit harus beroperasi normal kembali. Kecuali bagi PMKS , dengan daya tampung penyimpanan penuh.
  2. Mulai Bulan ini, diadakan rapat bulanan rutin penetapan harga TBS dengan pertimbangan disparitas harga CPO yang  dikoordinir oleh Dinas TPHP Provinsi Bengkulu
  3. Kesepakatan harga harus diikuti oleh seluruh PMKS, namun kesepakatan harga ini berlaku sesuai dengan kualitas buah sesuai standar yang ada.
  4. Kepala Daerah memberikan advokasi kepada petani untuk memanen buah dengan kualitas baik
  5. Pelaku pengelolaan CPO (PMKS) di Provinsi Bengkulu wajib menjadi anggota dalam GAPKI
  6. Dinas TPHP harus mengawal kehadiran PMKS untuk mengikuti rapat penetapan TBS
  7. Harga TBS kelapa sawit yang berlaku saat ini adalah Rp 1.200 perkilogram pihak pemerintah harus melaksanakan pengawasannya dan perusahaan harus melakukan pengawasan pada tahapan penyortiran dan suplayer
  8. Petani kelapa sawit diharapkan membentuk kelompok tani

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

seventeen + 13 =