Suara Gubernur Tidak Mempan, 2 Pabrik CPO Turunkan Harga TBS

Suara Gubernur Tidak Mempan, 2 Pabrik CPO Turunkan Harga TBS

DOK/RBO Sawit yang merupakan andalan petani Mukomuko kini tak ada nilainya lagi dan dikeluhkan petani setempat
BERBAGI:

RBO << MUKOMUKO >>  Pemanggilan seluruh pengusaha pabrik CPO oleh Plt Gubernur Bengkulu Rabu (11/7) lalu seharusnya bisa menjawab kegundahan masyarakat atas anjloknya harga buah sawit atau tandan buah segar (TBS).  Diharapkan, setelah bertatap muka dan diimbau langsung oleg Gubernur, perusahaan-perusahaan bisa menaikan harga beli TBS dari petani.

      Tapi sangat disayangkan, suara langsung dari Gubernur tampaknya sudah tidak mempan untuk melecut perusahaan pabrik CPO menaikan harga belinya.  Alih-alih harga bakal naik, malah dua pabrik CPO di Mukomuko justru menurunkan harga belinya hingga dibawah Rp 1.000.

      Berdasarkan daftar harga beli pabrik-pabrik CPO yang dirilis Dinas Pertanian (Distan Mukomuko) yang didapatkan raadarbengkuluonline.com kemarin, dua pabrik yang menurunkan harga belinya yakni PT. KSM  dan PT. KAS dengan harga Rp 980. Padahal sejak 2 Juli lalu kedua pabrik ini masih membeli sawit petani diharga Rp 1.030.

      Dilihat dari pemberitaan RBI sebelumnya, semua pihak perusahaan pabrik CPO menyatakan sikap sepakat membeli TBS petani sesuai dengan harga ketetapan, termasuk pabrik CPO yang beroperasi di Mukomuko.

Tapi entah apa yang melatar belakangi pabrik- pabrik  di Mukomuko tidak mengindahkan instruksi Gubernur Bengkulu ini.

      Untuk diketahui, harga TBS di Mukomuko saat ini, PT. Sapta membelinya dengan harga Rp 960, PT. USM Rp 1.050, PT. KSM Rp 980. Kemudian PT.MIL Rp 1.030, KAS 980, PT.AMK 1.025 dan PT.S3 1.030, PT. DDP Rp 1.010 dan PT. BMK Rp 1.060. Catatan dari harga sebelumnya, PT. KSM dan PT. KAS turun Rp 50 dan PT. Sapta naik Rp 30. (sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

three × 5 =