Penyuluhan Bahasa untuk Kalangan Pers Penting

Featured Pemda Provinsi Peristiwa

RBO <<  BENGKULU >>   Kantor Bahasa Bengkulu bersama PWI  Provinsi Bengkulu sukses adakan Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi insan media massa se Kota Bengkulu  di salah satu hotel di Kota Bengkulu kemarin. Acara tersebut merupakan keempat kalinya diadakan dan diikuti  30 orang wartawan dari media massa, baik media cetak, elektronik maupun Daring (Online).

  ‘’Tujuan  acara ini adalah untuk mengingatkan kembali dan sharing dalam menggunakan Bahasa Indonesia secara lisan maupun tulisan,’’ ujar Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Karyono, S.Pd., M.Hum.

Acara ini juga, lanjutnya, untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi wartawan dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dalam ruang publik, terutama di media cetak/ koran. Dengan penulisan yang bagus, sehingga dibaca enak oleh masyarakat. Jika bahasanya bagus, maka dapat mempengaruhi secara langsung pembacanya dan begitu juga bisa mencerminkan kepribadian penulis berita tersebut tanpa mengurangi norma dan etika kejurnalistikan.

      “Penyuluhan Bahasa Indonesia ini tujuannnya untuk meningkatkan kompentensi wartawan dalam mengutamakan Bahasa Indonesia dalam ruang publik. Terutama di media cetak. Karena, akan dibaca semua orang. Sehingga setiap berita yang ditulis akan mencerminkan kepribadiannya dan bahasa yang digunakan dalam penulisan bahasa tersebut akan mempengaruhi pembacanya.’’

       Hal tersebut, sambungnya, merupakan implementasi dari perundang-undangan. Yaitu UU Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bahasa, Bendera, Logo Kebangsaan dan Lagu Kebangsaan Indonesia, “beber Karyono.

      Hal yang sama disampaikan oleh Ketua PWI  Provinsi Bengkulu, Zacky Antoni, S.H.,M.H. Ia mengatakan bahwa acara tersebut sangat penting bagi setiap wartawan untuk meningkatkan penggunaan Bahasa Indonesia dalam penulisan berita dari semua tingkatan umur wartawan.

      Sebuah berita yang buat wartawan merupakan hasil karya yang dibaca masyarakat harus diperhatikan faedah penulisan baku Bahasa Indonesia yang  baik dan benar.

      “Acara ini rutin diadakan dan ini yang keempat kalinya. Yang mana sangat penting bagi setiap wartawan dalam mengasah penggunaan Bahasa Indonesia dalam membuat suatu berita di tingkatan umur wartawan. Terkadang wartawan seniorpun  penggunaan bahasa masih amburadul. Berita yang dibuat akan dikonsumsi publik, sehingga jika asal-asalan dibuat akan menjadi penilaian oleh pembaca sendiri. Dalam penulisan kerap terjadi keraguan dalam penulisan serapan bahasa asing dan lainnya, maka merujuk ke penggunaan Bahasa Indonesia saja, sehingga tidak salah. Kedepan nantinya bukan hanya ditingkat wartawan, akan tetapi ke tingkat redaktur. Sehingga menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dan benar semakin lebih bagus.(Ae-4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *