Seru, Ceria dan Kebersamaan MPLS SMKN 3 Bengkulu Sukses

Seru, Ceria dan Kebersamaan MPLS SMKN 3 Bengkulu Sukses

BERBAGI
RIO/RBO Keceriaan siswa baru yang mengikuti MPLS SMKN 3 Kota Bengkulu

RBO <<  BENGKULU >>   Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Kota Bengkulu (SMKN 3) yang terletak di Jaln Jati Sawah Lebar Kota Bengkulu dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berjalan dengan sukses kemarin. Sebanyak 612 orang siswa baru mengikuti MPLS yang dibagi dalam gugus-gugus menurut kejuruan yang dipilih.  Gelak tawa dan semangat dalam mengikuti acara tesebut terlihat jelas.

       Kepala SMKN 3 Kota Bengkulu, Dra. Hj. Yendrianis, M.T.Pd saat ditemui radarbengkuluonline.com tadi pagi mengaku puas dan bangga akan kesuksesan pelaksanaan MPLS oleh panitia yang melibatkan guru, staf dan tentunya siswa siswi senior atau kakak kelas bagi siswa baru yang menjalankan program MPLS.

      “MPLS dijalankan berdasarkan aturan pemerintah untuk mengenalkan lingkungan sekolah bagi siswa baru. Dengan acara ini diharapkan kepada siswa baru bisa mengenal sekolahnya dan betah dalam menempuh pendidikan nantinya. Sebanyak 612 siswa baru mengikuti acara MPLS ini selama 3 hari yang dimulai dari hari Senin yang lalu yang mana sebelumnya sudah dilaksanakan sewaktu masa liburan, sehinggga efektif waktu dapat teratasi, dan tentunya peran OSIS dan guru sangat membantu.’’

  Kepada orang tua siswa, sambungnya, dengan memasukkan anak mereka ke SMKN 3 merupakan pilihan terbaik dan mendukung program sekolah demi kemajuan pendidikan anak mereka, sehingga berkompeten di bidangnya masing-masing.

‘’Kami pihak sekolah serius dalam mewujudkan hal tersebut, sehingga dapat bekerja dengan kompetensi yang dimiliki nantinya,” ucap Yendrianis.

      MPLS merupakan program pemerintah dalam mengenalkan siswa baru di lingkungan sekolahnya dengan menitikberatkan edukasi dan keterampilan yang dibarengi suasana kekeluargaan. Dan jika ada aturan yang sifatnya untuk mendisiplinkan aturan dalam pelaksanaan MPLS, jangan menggunakan kekerasan atau tindakan  fisik. Karena dunia pendidikan tidak mengenalkan kekerasan. Akan tetapi menerapkan aturan dengan membuka wawasan dan berkomunikasi dengan baik, sehingga nantinya akan berdampak baik bagi mental anak didik dalam kehidupan bermasyarakat.(Ae-4)