Diklat II Fungsionaris, Caleg Golkar Wajib Serius

Diklat II Fungsionaris, Caleg Golkar Wajib Serius

Iwan/RBO: Caleg Golkar Saat ikuti Diklat II Fungsionaris
BERBAGI:

Imron Rosyadi : Jangan Main-Main

RBO, BENGKULU – Setelah mendaftarkan para Bacalegnya di KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu melaksanakan kegiatan Diklat II Orientasi fungsionaris. Dimana dalam Diklat tersebut Ketua Harian Golkar Provinsi Bengkulu, Dr Ir H. M Imron Rosyadi menekankan agar seluruh kader yang menjadi Bacaleg Partai Golkar untuk serius dalam menghadapi Pemilu Legislatif.

“Jangan, jadi Caleg itu jangan coba-coba. Kalau coba-coba itu nanti jatuh nian, sakit rasanya. Sebab, kalau kita coba-coba naik tinggi-tinggi nanti saat jatuh sakit rasanya. Sebab itu, kalau jadi Caleg jangan main-main. Wajib untuk serius. Sebab yang paling pertama menjadi Caleg itu harus ada niat, nawaitunya. Kedua kita berusaha. Kita ini kan sama-sama mengejar suara takdir. Sebab begini. Kita tidak bisa baca surat tangan kita sendiri. Kalau kita bisa baca surat tangan sendiri dan kita tahu tidak akan jadi dewan tahun 2019, tentu kita tidak akan mencalon. Tapi karena kita sama-sama tidak tahu itulah, makanya kita harus serius,” ungkap Imron Rosyadi saat ditemui usai memberikan materi dalam Diklat II di DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Rabu (18/7).

Kemudian mantan Bupati Bengkulu Utara itu juga menyampaikan, para Bacaleg Partai Golkar tidak usah meributkan soal nomor urut.

“Yang repot itu kalau kita tidak dapat nomor. Mau nomor berapa itu tidak penting. Yang penting ada nomor. Yang repot itu kalau mau calon tidak dapat nomor. Makanya kita berharap kawan-kawan untuk bisa belajar bagaimana menjalani politik. Sebab, pemerintah itu tidak memberikan pelatihan pendidikan politik. Partai lah yang memberikan pendidikan politik. Sebab, memang ada dana dari Bantuan Partai Politik untuk kegiatan pendidikan politik tersebut 60 persen untuk pendidikan politik. 40 persennya untuk dana sekretariat dan yang lainnya. Pendidikan politik ini penting. Sebab, contohnya seperti di Kota Bengkulu kok bisa Golput sampai 44 persen? Itu artinya pendidikan politiknya tidak jalan,” sampainya.

Sebelumnya, Imron menerangkan Diklat II orientasi fungsionaris Golkar Provinsi Bengkulu ini diikuti oleh sebanyak 120 Bacaleg yang belum mengikuti kegiatan serupa sebelumnya.

“Di Golkar ini persyaratan menjadi calon harus ada pendidikan kader. Yaitu Diklat ini. Mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Karena kita kemarin saat Diklat pertama belum selesai seluruhnya dari seluruh kabupaten/kota se Provinsi Bengkulu dan alhamdulillah, tadi hadir semua. Dalam Diklat ini selain dari pengurus partai, pemateri juga ada dari Bawaslu. Dari KPU, lalu dari dosen Unib terkait pendidikan politik,” sampai Imron.

Dalam Diklat II terlihat hadir Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu, Ir. Patriana Sosia Linda, lalu dua Bacaleg kader baru Partai Golkar Yudi Darmawansyah dan Sutardi. Juga ada anggota Fraksi Golkar Kota Bengkulu Mardensi. Serta Bacaleg Golkar DPR RI Trisna Anggraini SP, MM. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

ten + five =