Dua Pimpinan Wilayah PT BMP jadi Tersangka Kasus Umroh

Dua Pimpinan Wilayah PT BMP jadi Tersangka Kasus Umroh

BERBAGI
Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Coki Manurung
BERBAGI:

Kerugian Rp 2 Miliar, Korban 168 Orang

RBO << BENGKULU >>  Dua pimpinan PT Bumi Minang Pertiwi (BMP) Cabang Bengkulu Kamis, (18/7) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dalam pemberangkatan umroh. Mereka yaitu, Nanang Darmawan selaku Pimpinan Wilayah (Pimwil) PT BMP Bengkulu, dan Mardiono selaku Kepala Cabang PT BMP Curup. Hal itu diungkapkan Direktur Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Pudyo Haryono SH.

   Penetapan kedua orang petinggi pada PT BMP Cabang Bengkulu itu sebagai tersangka sudah dilengkapi dengan dua alat bukti yang cukup. Sesuai dengan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi korban, dan kedua tersangka.

   Dijelakan, sesuai dengan hasil pemeriksaan dari Tim Penyidik, dapat dibuktikan yang menjadi korban dalam kasus penipuan ini mencapai 168 orang. Masing-masing korban sudah menyetorkan uang sesuai dengan permintaan PT BMP Cabang Bengkulu, dan total uang yang diraup pihak BMP mencapai Miliaran rupiah.

       “Kalau korban sudah jelas sebanyak 168 orang. Ada yang dari Kota Bengkulu, dan juga ada yang dari daerah. Seperti Curup, Bengkulu Utara (BU) dan daerah lainnya. Keuntungan yang didapatkan PT BMP dari uang setoran korban ini mencapai Rp 2 miliar lebih,” ucapnya kepada radarbengkuluonline.com Rabu,(18/7).

Dikatakan Pudyo, sesuai dengan pengakuan tersangka Nanang Darmawan, semua uang yang sudah disetorkan calon jemaah itu sudah ditransfer ke rekening BMP pusat. Yaitu di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).  Pengakuan dari tersangka ini akan terus didalami, dan tim penyidik Polda Bengkulu juga berkoordinasi dengan Polda Sumbar untuk menelusuri kebenaran aliran uang yang sudah disetor calon jemaah umroh ini.

   “Kalau berdasarkan pengakuan dari kedua tersangka, semua uang jemaah itu sudah masuk ke rekening BMP pusat. Ini yang masih kita dalami,” pungkasnya.

   Masih dikatakan Pudyo, berdasarkan hasil pemeriksaan selain dari perkara pembayaran keberangkatan umrah, juga ada beberapa korban yang mengalami penipuan oleh pegawai PT BMP Bengkulu. Seperti terkait penambahan biaya keberangkatan sebesar Rp 6 juta yang diminta oleh pihak PT BMP dengan perjanjian memberankatkan korban pada bulan puasa kemarin. Namun kenyataannya tidak ada satu pun jemaah yang membayar uang tambahan itu diberangkatkan.

   “Intinya perkara ini masih terus kita kembangkan. Kita juga sudah mengutuskan anggota kita dari tim penyidik untuk menjemput Direktur Utama PT BMP pusat yang ada di Sumbar itu. Nantilah kita lihat segala kemungkinan yang menjadi kepentingan penyidikan akan kita lakukan dalam penanganan perkara ini,”demikian ucap Pudyo.(ide)