Cuaca Buruk, Danlanal Beri Peringatan Nelayan

Cuaca Buruk, Danlanal Beri Peringatan Nelayan

BERBAGI
RONAL/RBO Danlanal Bengkulu foto bersama usai sosialisasi dalam menangani kecelakaan keselamatan pelayaran kemarin

Launching Pengaduan Masyarakat Call Center

RBO <<  BENGKULU >>  Kini laut lagi tak bersahabat. Cuaca buruk, ombak besar. Jika tidak hati-hati bisa karam dan tenggelam jadi korban.

      Sebelum musibah itu terjadi, TNI AL melakukan sosialisasi terhadap nelayan dalam keselamatan pelayaran. Pasalnya, saat ini cuaca memburuk mengakibatkan beberapa nelayan terpaksa untuk tidak melaut.

      Danlanal Bengkulu, Letkol Laut (P) Agus Izudin, ST mengatakan, sosialisasi ini diharapkan dapat meminimalisir kecelakaan yang terjadi, serta memberikan pengetahuan bagi para nelayan.

“Dengan maraknya cuaca buruk sekarang ini, kami memberikan sosialisasi tentang keselamatan pelayaran. Karena kecelakaan terjadi bukan dikarenakan faktor cuaca,  namun juga faktor SDM nya dikarenakan mengabaikan informasi dan peralatan yang ada. Sehingga perlu adanya arahan bersama untuk para nelayan ini,” tegasnya kepada radarbengkuluonline.com tadi siang (20/7).

Disisi lain juga menyebarkan informasi call center bagi para nelayan ketika terjadinya peristiwa kecelakaan. “Dengan adanya komunikasi ini kita juga melaunching call center 0823-8007-0700,  sehingga kita dapat melakukan koordinasi bersama untuk membantu para nelayan yang terjadi kecelakaan,” tambahnya.

Diakhir kegiatan sosialisasi tersebut, Danlanal bersama, Dirpolair, KSOP melaksanakan peninjauan terhadap kapal-kapal yang akan berlayar, sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh nakhoda, ABK kapal. Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan secara langsung alat badan pelampung dan keselamatan berlayar kepada perwakilan nelayan di dermaga PPI Pulau Baai Bengkulu.

      Dalam kegiatan sosialisasi itu juga diberikan pengarahan keselamatan oleh Kapten (L) Dody Junaidi. Menurutnya, para nelayan hendaknya mematuhi prosedur yang ada. Seperti meminta informasi dari pihak BMKG. Mematuhi aturan dari pengawasan KSOP.

Hal yang sama diungkapkan oleh Wadir Ditpolair Polda Bengkulu, AKBP Nyoman Budiarja, S.Ik. Ia mengungkapkan, dalam melakukan penyelidikan harus berlatar belakang dari kronologis peristiwa terjadi.

“Jika adanya laka laut, kami harus memeriksa dikarenakan itu pun tugas kami. Seperti peristiwa di Sumatera Utara menyelidiki kecelakaan yang sudah menetapkan tersangka apakah disengaja atau dikarenakan lalai. Jika adanya gangguan berbahaya diharapkan dapat menghindari seperti menerima penumpang kapal dengan kapasitas penuh,” terangnya kemarin Jumat (20/07). (cw1)