Festival Bumi Rafflesia Diharapkan Masuk 100 Top Even Nasional

Festival Bumi Rafflesia Diharapkan Masuk 100 Top Even Nasional

BERBAGI
Ronal/RBO Pembukaan Festival Bumi Rafflesia
BERBAGI:

RBO <<  BENGKULU >>  Pergelaran Festival Bumi Rafflesia tahun 2018, kemarin resmi dibuka. Kegiatan ini tampak berlangsung meriah. Bahkan beberapa instansi telah membuka stand dalam pamerannya Kamis (19/7).

Dalam kegiatan itu, banyak event yang ditampilkan. Diantaranya lomba lukis tingkat profesional dan pelajar, musik sebanyak 10 band lokal, karnaval kain besurek, lomba nyanyi daerah, festival kuliner, lomba foto dan festival brand kopi Bengkulu dengan total hadiah ratusan juta.

Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Drs. H Januar Jumaliansyah, kegiatan ini merupakan produk yang penting dalam tersedianya event nasional. Terlebih lagi akan menyambut kegiatan nasional Wonderfull Bengkulu 2020 mendatang.

“Target kita diharapkan  kegiatan ini masuk dalam 100 top event  nasional. Menampilkan sebanyak 10 band serta lomba kostum karnaval kain besurek dengan total Rp 74 juta untuk hadiahnya, ” terangnya.

Sementara itu untuk kompetensi lukis dibagi menjadi dua kategori. Yaitu, kategori  umum dan pelajar.

“Yang  mendaftar sudah ada 200 peserta dengan melalui seleksi. Untuk total dana hadiah sebesar   Rp 27 juta. Selain itu ada pemeran Kopi Brand Bengkulu dengan lomba robusta, juri dari nasional. Ada pula festival kuliner pendap dan kalamansi. Gelar chef dan lomba foto dengan juri dari nasional. Selain itu pergelaran Bengkulu ekspo bekerjasama dengan kampung besurek sebanyak 45 peserta. Lomba penyanyi daerah, terakhir menampilkan artis band Kapten dari Jakarta,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti MT yang mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu, Dr drh H Rohidin Mersyah MMA menanggapi kemeriahan kegiatan ini dengan suka cita. Disampaikannya, daerah Bengkulu memiliki warisan budaya yang besar.  Bahkan wisata yang masih alami pun masih ada di Bengkulu.

“Kita bersyukur daerah kita memiliki potensi budaya seni yang besar. Untuk itu perlu adanya koordinasi bersama, baik instansi serta masyarakat, sehingga mampu meninggalkan kesan mendalam. Pantai, pulau, danau dan hutan menjadi persamaan alam wisata sama bagi daerah lain. Namun memiliki perbedaan yang lain, yakni lokal masakan dan sifat masyarakat untuk menggelitik masyarakat luar datang,” terangnya.

Menurutnya, banyak peninggalan sejarah yang dapat mendorong tempat wisata. Seperti  puspa lokal bunga Rafflesia pun menjadi potensi kedepan. Keunikan menjadi perbedaan bagi daerah lain untuk menjual nilai pariwisata.

“Menyelenggarakan event dapat mengembangkan potensi di generasi muda dan mempertahankan budaya wisata selama ini. Dalam upaya percepatan pembangunan kebudayaan adalah tujuan bersama. Menjadi media efektif bagi masyarakat Bengkulu. Melalui Festival Bumi Raflesia menjadi uji coba menyambut Wonderfull Visit 2020,”  pungkasnya. (cw1)