PKS Kota Bengkulu Tempatkan Incumbent  Diurutan Terakhir

PKS Kota Bengkulu Tempatkan Incumbent  Diurutan Terakhir

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Rena Anggraini, SP
BERBAGI:

Rena: Ini Bentuk Keadilan

RBO << BENGKULU >>  Nomor urut dalam sebuah kompetisi menjadi salah satu faktor kemenangan. Begitupun pada proses pemilihan legislatif. Tak jarang para Caleg berupaya melobi pengurus partai supaya diberikan nomor urut satu. Bahkan sejumlah partai menempatkan pengurus atau incumbent diposisi pertama. Namun PKS Kota Bengkulu pada pileg 2019 nanti justru menempatkan kadernya yang aktif di DPRD kota (incumbent,red) pada urutan terakhir.

   Sikap sportif dari PKS ini dikomentari oleh praktisi Politik Bengkulu, Bayu Putra Wijayasaat diwawancarai wartawan radarbengkuluonline.com yang sudah LULUS Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari Dewan Pers Pusat  tadi , Jumat (20/7) .  Dia menilai penempatan incumbent dinomor terakhir seperti yang dilakukan PKS, diyakini bertujuan memberi semangat pada semua kader PKS yang juga bertarung dipileg 2019.

   “Saya kira langkah itu cukup adil bagi kader yang belum duduk dilegislatif. Ini sportif dan mereka (PKS) mempraktikan sikap tidak membedakan perlakuan terhadap semua kader,” sampai Dia.

   Direktur Survey Asosiatid Daerah (SAD) ini menambahkan, bahwa rata- rata parpol menempatkan incumbentnya dinomor urut satu. Tingkat keterpilihan pada nomor urut 1 berdasarkan pengalaman yang ada sangat signifikan.

   “Incumbent atau kader yang aktif dilembaga dewan bisa dikatakan sudah start duluan bertemu masyarakat. Jika selama 5 tahun duduk di dewan, incumbent itu mampu memanfaatkannya dengan baik, maka konstituen melekat akan kembali memenangkan mereka di pileg 2019. Jika dikaitkan dengan PKS tadi, saya kira ini bentuk ujian bagi para incumbent. Partai diduga ingin menciptakan rasa keadilan bagi semua kader, sehingga menempatkan incumbent diposisi terakhir dalam setiap daerah pemilihan,” sambungnya.

   Sementara itu salah seorang kader PKS yang saat ini masih aktif di lembaga dewan Kota, Rena Anggraini saat diwawancarai wartawan radarbengkuluonline.com  di ruang kerjanya  Jumat (20/7)  menyampaikan bahwa dirinya ditempatkan dinomor 9 daerah pemilihan 1 yang meliputi Kecamatan Teluk Segara, Muara Bangkahulu dan Sungai Serut. Namun lanjut Rena, penempatan tersebut sudah berdasarkan kesepakatan. Dan dirinya merasa tak keberatan.

“Ya, tidak apa- apa. Bukan hanya saya, pak Awaludin di Dapil 2 meliputi Kecamatan Selebar, Kampung Melayu juga ditempatkan dinomor 10. Lalu pak Muryadi pada Dapil 3 meliputi Kecamatan Gading Cempaka,  Singgaran Pati juga ditempatkan dinomor urut 8. Ini bentuk keadilan bagi kader yang lain. Saya tetap optimis, apa yang sudah saya perbuat selama 5 tahun mengabdi di dewan kota akan memberikan efek positif di pileg 2019,” tambah Dia.

   Untuk diketahui bahwa pada pileg April 2019 nanti akan diikuti 16 partai politik. Khusus di Kota Bengkulu terdapat 4 daerah pemilihan (Dapil). Antara lain Dapil 1 meliputi Kecamatan Teluk Segara, Muara Bangkahulu dan Sungai Serut, lalu Dapil 2 meliputi Kampung Melayu dan Selebar. Selanjutnya Dapil 3 meliputi Kecamatan Gading Cempaka dan Singgaran Pati. Terakhir, Dapil 4 meliputi Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban.

   Sebanyak 16 parpol itu beberapa waktu lalu telah mendaftarkan calegnya ke KPU. Kemudian setiap partai telah menempatkan sedikitnya 5 sampai 10 caleg di masing- masing dapil. Ini artinya, dalam satu dapil saja terdapat sekira 100 caleg yang bertarung merebut simpati dan dukungan masyarakat. (lay).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eight − 5 =