BPR Mukomuko Akui Belum Sumbang PAD, Ini Penjelasan Dirut

Ekonomi & Bisnis Featured Mukomuko

RBO <<  MUKOMUKO >>  Direktur Utama (Dirut) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mukomuko, Nirwan Tinur mengakui saat ini BPR belum menyumbang pendapatan bagi daerah ini. Katanya, BPR Mukomuko belum menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena bank milik Pemkab Mukomuko ini baru beroperasi.

“BPR inikan baru beroperasi Oktober 2017, dengan waktu belum sampai setahun ini memang BPR belum bisa menghasilkan PAD,” jelasnya saat ditemui radarbengkuluonline.com kemarin.

Katanya, target dari pendiri-pendiri dulu juga mengkonsep BPR ini baru bisa menghasilkan PAD selama tiga tahun beroperasi dengan total penyertaan modal sebesar Rp 7,5 miliar yang dibebankan pada APBD 2016-2020.

“Jadi penyertaan modal ini diterima secara bertahap sampai 2020,” ujarnya.

Dikatakannya, selama beroperasi, BPR Mukomuko baru satu bulan memperoleh keuntungan sekitar Rp 8 juta. Selebihnya  selalu mengalami kerugian puluhan juta per bulan. Jika ditotal sampai saat ini, kerugian telah mencapai ratusan juta rupiah.

      Kerugian yang dimaksud adalah pendapatan perbulan tidak mencukupi biaya operasional perbulan yang lebih dari Rp 100 juta.

“Ya kalau usaha bank ini seperti itu, kalau awal-awal pasti mengeluarkan modal dulu. Butuh waktu cukup panjang untuk menormalkan pendapatan,” terangnya.

Ia menargetkan, pada 2020 BPR sudah menjadi sumber pendapatan bagi Kabupaten Mukomuko. Ia berkeyakinan hal itu bisa tercapai berdasarkan hasil rekapitulasi bulan terakhir BPR sudah menerima keuntungan.

Tambahnya, antusias masyarakat untuk meminjam uang ke BPR juga tinggi. Dibuktikan sampai saat ini, BPR sudah memiliki potensi penyaluran uang kepada nasabah sebesar Rp 8 miliar lebih.

Permintaan sebesar Rp 8 miliar itu bisa dipenuhi oleh BPR Mukomuko karena ada tambahan modal dari pihak swasta sebesar 2,2 miliar.

“Selain penyertaan modal sebesar Rp 7,5 miliar dari pemerintah Kabupaten Mukomuko, kita juga saat ini sudah mendapat suntikan dana sekitar Rp 2,2 miliar dari swasta berbentuk deposito. Artinya BPR ada modal lebih kurang Rp 9,7 miliar. Kalau ini sudah jalan, saya yakin BPR akan memperoleh keuntungan. Secara otomatis sesuai perda dari laba bersih ada persentase untuk PAD. Kalau sekarang memang saya akui BPR belum sumbang PAD,” pungkasnya. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *