Toke Sawit di Seluma Mulai Bangkrut

Featured Seluma

RBO <<  SELUMA >>  Belum stabilnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Seluma pasca lebaran Idul Fitri,tidak hanya dikeluhkan petani. Bahkan kondisinya saat ini, sudah banyak kalangan toke atau pengepul buah sawit mulai gulung tikar alias bangkrut.

“Harga tandan buah sawit saat ini dipetani dibeli Rp 450 per kilo gram, belum lagi dipotong upah panen mencapai Rp 100-150 per kilo gram. Dan banyak toke beli cuma menyelamatkan pelanggan masing-masing. Hingga yang sangat menyedihkan banyak toke tidak mau jadi toke lagi karena tidak sanggup antre di pabrik terlalu lama,” kata Jaya (50), salah seorang toke sawit di Desa Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo saat ditemui wartawan radarbengkuluonline.com yang sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari Dewan Pers Pusat kemarin.

Akibatnya, lanjut Jaya, buah sawit busuk. Dan jika kondisinya sudah membusuk, yang diterima di pabrik tinggal 50 persen dari muatan tersebut.

“Sisa TBS sawit yang disortir dibawa pulang dan dibuang,” sampainya.

Hal senada diungkapkan toke sawit lainnya, Nisar (45), warga Desa Kota Agung Kecamatan Seluma Timur. Menurutnya, akibat anjloknya harga TBS sawit, dirinya memilih membatasi membeli buah sawit dari masyarakat.

“Antrean di pabrik masih sangat panjang. Banyak buah sawit yang membusuk lantaran bertahan 5 sampai 7 hari karena antrean,” sampainya.

Dampak lain, banyak kalangan toke sawit membeli buah sawit warga dengan sistem cash bon. (0ne)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *