Mardi Kusuma, Nyaleg Dengan Duit

Featured Kota Bengkulu Politik

RBO <<  BENGKULU >>  Tak asing lagi,  mantan Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu Mardi Kusuma, S.Sos sudah dikenal warga Kota Bengkulu. Mardi Kusuma Nyaleg dengan konsep DUIT.

      Mardi Kusuma saat ini tengah mencalonkan diri sebagai Anggota Legislatif DPRD Kota Bengkulu Dapil tiga, Ratu Angung dan Ratu Samban. Menggunakan perahu partai Demokrat, dengan nomor urut delapan, Mardi siap maju memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan dan keinginan rakyat.

      ” Ya saya maju sebagai Anggota DPRD Kota Bengkulu. Dalam kontestasi politik pemilihan Anggota legislatif ini saya siap menang dengan menggunkan DUIT,” ujar Mardi saat ditemui radarbengkuluonline.com tadi siang.

      Mardi menjelaskan, DUIT yang dimaksud ini adalah bukanya money politic.  Konsep DUIT yang dimaksud adalah Doa, Usaha, dan Izin Tuhan disingkat DUIT.

      “Dalam konteks agama, suara rakyat adalah suara Tuhan. Tentu saja mana berani dan sanggup kita membeli suara Tuhan. Dan saya pribadi mengutuk money politic itu,” ujar mantan aktivis reformasi 98 ini.

      “Terus terang saja, saya sudah lama mengadi sebagai ASN. Mengerti sekali birokrasi. Mengerti sekali kebutuhan, keinginan rakyat, masyarakat Kota Bengkulu. Apalagi saya ini sebagai pembina pedagan kecil terminal dan pembina juru parkir se Kota Bengkulu, jadi tahu betul apa yang diinginkan mereka. Berangkat dari niat baik ingin memperjuangkan aspirasi mereka dan mendorong kebijakan pemerintah pro rakyat kecil, maka dari itu saya memiliki semangat maju jadi calon Anggota DPRD. Sebagai contoh saja, bagaimana agar diupayakan pedagang kecil yang berjualan dipasar, dipinggir jalan itu memiliki akses modal untuk berjualan di kios dalam pasar. Jika itu sudah dilakukan, saya pastikan tak ada lagi kemacetan dan semrawutnya suasana pasar. Begitu juga dengan lalulintas angkutan didalamnya, tentu kita akan kelola dan dikonsep dengan baik dengan putusan kebijakan yang berpihak pada rakyat,” sambung Mardi.

      Mardi Kasuma lahir 4 Maret 1960 di Kemumu, Bengkulu Utara ini sudah terjun dan mengetahui banyak beberapa persoalan dan keutuhan masyarakat di Kecamatan Ratu Agung dan  Ratu Samban.

      ” Saya sudah berjalan ke 100 mesjid untuk beribadah dan mengetahui kondisi pembangunan, dan menjaring aspirasi. Dan ini akan berjalan terus tanpa batas. Bila ada jalan yang belum dapat penerangan, kita upayakan, mana jalan yang belum diaspal yang kita perjuangkan agar pemerintah kota cepat menyelesaikannya.  Semua ini saya lakukan semata untuk beribadah berjuang di jalan Allah Swt memperjuankan kebutuhan dan keinginan masyarakat Kota Bengkulu”, ujarnya. (ae2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *