Cucu Pangeran Maju Pileg 2019

Politik

RBO,BENGKULU – Cucu pangeran Dayok, yakni Hj Mardiyanti SH kembali diamanahkan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju dalam pemilihan legislatif (Pileg) April 2019 mendatang. Mardiyanti yang saat ini menjabat Ketua DPD PAN Kota Bengkulu ditempatkan di daerah pemilihan satu. Dapil satu itu meliputi Kecamatan Teluk Segara, Muara Bangkahulu, dan Sungai Serut.
Berdasarkan penelusuran jurnalis, penugasan agar Mardiyanti kembali maju Pileg 2019 langsung diminta oleh H Helmi Hasan, Walikota terpilih Bengkulu. Dikonfirmasi, Mardiyanti yang juga menjabat ketua Komisi 1 DPRD Kota Bengkulu menyampaikan bahwa sebagai kader partai, Dirinya harus menyiapkan diri untuk kembali maju pileg 2019.
“Perintah ini langsung saya komunikasikan ke semua keluarga dan simpatisan. Tak disangka mereka juga siap kembali mendukung. Insya Allah saya siap mengemban amanah ini lagi,” tambah Dia.
Penelusuran jurnalis RADAR BENGKULU terungkap bahwa Hj Mardiyanti SH merupakan istri H. Izda Putra yang merupakan Kakanwil BPN Sulawesi Barat. Dilembaga DPRD Kota Bengkulu, Mardiyanti dikenal dengan sosok yang ramah dan murah senyum. Dia banyak disenangi honorer maupun ASN yang bekerja dilembaga tersebut.
Mardiyanti juga merupakan ketua Tim pemenangan pada pemilihan Walikota 27 Juli 2018 lalu. Dia berhasil mengantarkan paslon nomor urut 3, yakni H Helmi dan Dedy Wahyudi sebagai paslon dengan perolehan suara terbanyak.
Berdasarkan catatan sejarah, ternyata darah kepemimpinan yang ada di diri Mardiyanti mengalir melalui sang Kakek dan ayahnya. Kakek Mardiyanti diketahui seorang pangeran bernama Dayok. Pangeran Dayok memimpin Marga Air Periukan diwilayah Bengkulu bagian Selatan. Gelar pangeran yang disematkan kepada Dayok karena Dia selalu terpilih menjadi pemimpin diwilayah itu.
Sikap ramah dan suka membantu orang kesusahan yang ada didiri Mardiyanti diyakini berkat bimbingan orang tuanya, H Taher Dayok. Beliau ini pernah menjadi pimpinan birokrasi (Sekda,red) di Bengkulu Utara. Taher Dayok menurut sumber juga salah satu tokoh pemekaran di Bengkulu. Dia juga pernah mengabdikan diri sebagai birokrat di pemerintahan Provinsi Bengkulu. (lay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *