Data Warga Miskin Tidak Valid, Dewan Usulkan Anggaran Dana Pendataan

Ekonomi & Bisnis Featured Kota Bengkulu Politik

Sefty Yuslinah : Selalu Jadi Keluhan Masyarakat

RBO, BENGKULU – Pelaksanaan kegiatan reses masa sidang kedua tahun 2018, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslinah S.Sos menemukan ternyata data warga tidak mampu atau warga miskin seperti ditemukan di Kota Bengkulu tidak valid.

“Tadi seperti yang disampaikan warga masyarakat Perumahan Korpri, khususnya RT 11 dan RT 14 di RW 03 Kelurahan Bentiring, ternyata masih banyak warga miskin yang tidak mampu, tidak terdata sebagai penerima bantuan dari pemerintah,” ungkap Sefty Yuslinah saat ditanyai usai reses, sore Selasa (31/7).

Dijelaskan oleh politisi perempuan PKS tersebut, dari yang disampaikan masyarakat hampir setiap kali reses jaring aspirasi konstituen, selalu ada persoalan warga tidak mampu mengeluhkan tidak mendapatkan bantuan KIS, PKH maupun Kartu Indonesia Pintar yang semestinya diterima oleh warga miskin tersebut.

“Buktinya persoalan ini terus saya temukan tiap kali reses. Banyak warga yang mengatakan belum menerima bantuan pemerintah untuk mensejahterahkan rakyat tersebut. Itu artinya apa? Artinya data warga tidak mampu yang ada tidak valid. Padahal semestinya pendataan ini terus diupdate setiap tahunnya. Sebab, roda kehidupan terus berjalan. Siapa tahu kalau tahun sebelumnya dia mampu, kemudian tahun ini warga tersebut jadi tidak mampu. Kemudian siapa tau tahun ini dia masih pengangguran tahun berikutnya sudah lulus jadi PNS. Nah, data ini harus di upgrade setiap tahunnya agar program pemerintah untuk membantu warga tidak mampu bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Kemudian dengan adanya kondisi ditengah masyarakat yang demikian, Sefty yang ketika reses didampingi oleh anggota Dewan PKS Kota Bengkulu Rena Anggraini SP mengatakan, salah satu upaya mereka untuk meluruskan persoalan tersebut, maka dia bersama anggota dewan Provinsi Bengkulu lainnya sudah setuju untuk dianggarkan dana bagi kegiatan pendataan tersebut.

“Jadi solusinya kami bantu menganggarkan dana kegiatan pendataan agar data untuk program itu bisa tuntas. Kemudian tadi dari yang disampaikan warga seperti ada yang mengidap penyakit gagal ginjal dan ini juga menjadi kekhawatiran kita. Dimana untuk pasien gagal ginjal mungkin perlu dirujuk ke rumah sakit yang lebih baik. Misalnya, kalau di rumah sakit Bengkulu belum mampu, bisa dirujuk kerumah sakit yang type lebih baik seperti di Palembang,” pungkas Sefty. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *