Plt Gubernur: Jalan Kereta Api dan Tol Tetap Lanjut

Ekonomi & Bisnis Featured Pemda Provinsi

// PHP, Pemerintah Pusat Hapus Bengkulu dari PSN

RBO << BENGKULU >>  Ternyata Pemerintah Pusat dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi telah menghapus rencana pembangunan rel kereta api dari Muara Enim-Pulau Baai Kota Bengkulu. Padahal dulu masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Sementara beberapa persiapan telah dilakukan Pemprov bersama Kabupaten/Kota dengan harapan rencana pembangunan tersebut dapat terealisasi.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi, SP, MM mengungkapkan kepada radarbengkuluonline.com tadi pagi , hal ini merupakan fakta yang menunjukkan jika Pemerintah Pusat hanya Pemberi Harapan Palsu (PHP) terhadap Provinsi Bengkulu. “Awalnya berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 58 tahun 2017 tentang PSN terdapat ratusan rencana pembangunan, dan daerah kita kebagian 2 item. Yakni pembangunan jalan tol dari Lubuk Linggau-Kota Bengkulu dan rel kereta api dari Muara Enim-Pulau Baai,” ungkap Jonaidi saat ditemui di ruangan Ketua Komisi III, Senin (30/7).

      Hanya saja, lanjut Jonaidi, pada bulan ini terdapat perubahan kedua Perpres No 56 tahun 2018 Tentang PSN yang ditandatangani 20 Juli 2018. Dimana item pembangunan rel kereta api yang dimaksud sudah tidak ada lagi alias raib. “Jadi, cuma jalan tol saja lagi yang ada. Tentu saja dengan pencoretan ini berarti daerah kita belum termasuk skala prioritas pembangunan nasional. Padahal Bengkulu ini memiliki sejarah besar bagi Indonesia,” lanjutnya.

      Menurutnya, dengan fakta ini juga tidak menutup kemungkinan kedepan bisa-bisa saja jalan tol juga hilang atau dicoret. Maka dari itu pihaknya berharap agar Pemprov dapat lebih progresif dan cekatan dalam mencari anggaran di pusat untuk pembangunan infrastruktur ini.

“Ini sudah Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat berkurang, PSN pun juga turut berkurang. Apalagi seperti PSN itu, tidak sedikit persiapan yang harus dilakukan,” tegas Jonaidi.

      Karena, sambung Jonaidi, bisa saja hilangnya rencana pembangunan rel kereta api itu disebabkan pusat terlalu lama menunggu kesiapan yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah.

“Misal dari segi pembebasan lahan, pinjam pakai kawasan, Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Perda RTRW, dan persiapan lainnya yang menjadi landasan bagi pemerintah pusat untuk menyusun DED ataupun kebutuhan lain untuk merealisasikan rencana pembangunan tersebut,” ujarnya.

      Disinggung soal penyebab pasti hilangnya rencana pembangunan itu, Jonaidi mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa pemerintah pusat menghilangkannya. “Mungkin saja karena negara kita ini sudah miskin, dan tidak ada uangnya lagi. Terlebih seperti yang diketahui pembangun ini menggunakan jasa investor, dan mungkin saja investornya tidak dapat,” beber Jonaidi.

      Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA dikonfirmasi menyampaikan, proyek pembangunan rel kereta api akan tetap berjalan. Memang tidak tergantung dengan APBN, melainkan pembiayaan swasta atau investor. Begitu juga jalan tol tetap jalan.

“Apalagi saat ini terkait rencana pembangunan itu kita sudah selesai pada penetapan trase atau rute, yang berarti selanjutnya sudah masuk tahapan pembebasan lahan,” singkatnya. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *