Bawa Golok, Pemilik Kerbau Ngamuk di Kantor Satpol-PP

Featured Mukomuko

RBO <<  MUKOMUKO >>  Seorang pria berumur sekitar 50 tahunan mengamuk di Kantor Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Selasa (31/7) sekitar pukul 10.20 WIB.

      Berdasarkan pantauan radarbengkuluonline.com di lapangan,  pria ini terlihat membawa sebilah golok yang disisipkan di pinggang. Diketahui pria ini warga Kota Mukomuko berinisial RS, pemilik kerbau yang baru saja ditangkap tim gabungan penertiban hewan ternak, Selasa pagi.

      Meskipun membawa golok, RS tidak sempat mengeluakannya. Tapi ia terus memaki-maki anggota Satpol-PP dengan nada tinggi.

      Anggota Satpol-PP, Polisi dan TNI terus berusaha menenangkan RS. Sekitar 15 menit ngamuk-ngamuk di belakang kantor satpol-PP, dekat dengan tempat kerbaunya diikat, RS berhasil dibujuk untuk diajak bicara di ruangan Kadis Satpol-PP dan Damkar.

      Sebelum masuk ruang Kadis, anggota TNI sempat mengamankan golok yang dibawa RS.

      Diruangan Kadis, RS kembali memaki-maki. kali ini sasaran amarah RS adalah Kadis Satpol-PP dan Damkar, Ramdani, SE.

      Diruangan tersebut, RS lebih banyak berbicara. Ia tidak rela kerbaunya ditangkap Satpol-PP. Dari apa yang disampaikan, menurutnya kerbaunya tidak menggangGu ketertiban umum. Pasalnya, disampaikan RS, kerbaunya mencari makan tidak sampai ke jalan raya atau jalan protokol.

      Diketahui, personEl gabungan penertiban hewan ternak ini menangkap kerbau milik RS dijalan Padat Karya.

      Ia juga menuding Satpol-PP tebang pilih dalam menertibkan hewan ternak yang dilepas liarkan oleh pemiliknya. Beberapa kali ia menyebutkan lokasi-lokasi jalan protokol yang banyak kerbau berkeliaran salah satunya di dekat Bandara Mukomuko. Namun katanya tidak ada Satpol-PP yang menertibkan.

“Banyak kerbau orang lain yang berkeliaran di jalan protokol. Jadi penyebab kecelakaan, mana? Tidak ada kamu (Satpol-PP) tertibkan. Kerbau saya ini sepertinya sengaja kalian incar,” bebernya dengan bahasa daerah Mukomuko.

      Ia meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam penertiban ternak liar ini untuk menertibkan semua ternak yang berkeliaran di Kota Mukomuko secara adil dan tidak pilih-pilih.

      Ramdani selaku Kadis mencoba menjelaskan aturan yang berlaku terkait penertiban hewan ternak ini. Menurut Ramdani, ternak yang ditertibkan tidak mesti kerbau yang berkeliaran di jalan protokol. Tapi, semua ruas jalan, khususnya lokasi-lokasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Termasuk sepanjang jalan Padat Karya.

      Katanya, kalau kerbaunya mau dibawa pulang harus bayar denda sesuai Peraturan Daerah (Perda). Saat ini tidak ada lagi toleransi.

      “Sekarang ini tidak ada toleransi lagi Wan (Paman). Kalau kami tidak tegas, permasalahan ternak liar ini tidak akan tuntas,” ujarnya.

      Ramdani dibantu anggota kepolisian menjelaskan, tidak ada tebang pilih dalam penertiban ternak liar ini. Bahkan RS ditawari oleh tim untuk menunjukan lokasi-lokasi yang banyak ternak liar agar bisa ditertibkan. Tapi respon RS diam saja.

      Ramdani memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan administrasi pembayaran denda. Mendengar itu RS kembali tersulut emosi. Ia langsung meninggalkan ruangan Kadis tanpa permisi sembari meminta parangnya dengan anggota TNI. Namun anggota TNI yang memegang parang menolak memberikannya didalam ruangan. Setelah RS keluar, baru parang dikembalikan.

Terpantau, tim gabungan penertiban ternak liar kembali berangkat melakukan penertiban menggunakan mobil dan sejumlah alat menangkap ternak liar.

Kelang sekitar 15 menit, RS kembali ke Kantor Satpol-PP dengan golok masih tersisip di pinggangnya. Ia langsung masuk kantor tersebut mencari-cari anggota Satpol-PP. Ternyata ia mau menyampaikan ada ternak berkeliaran dijalan protokol.

      Salah seorang pegawai Dinas Satpol-PP dan Damkar wanita berbicara dengan RS dan memberi tahu kalau anggota lainnya sedang melakukan penertiban kembali. Mengetahui itu, ia langsung keluar dan memacu motornya.

      Setelah itu, suasana di Kantor Satpol-PP dan Damkar kembali tenang. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *