Petani Talang Buai Nyaris Gagal Panen

Petani Talang Buai Nyaris Gagal Panen

BERBAGI

RBO >>  BENGKULU >>  Ratusan petani padi di Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko nyaris gagal panen. Sebab, padi mereka mati diserang hama saat buah telah kelihatan. Akibatnya, hasil  panen menyusut hingga 80 persen alias hampir gagal panen.

Kepala Desa (Kades) Talang Buai, Iswadi yang dikonfirmasi radarbengkuluonline.com tadi pagi membenarkan kejadian ini. Penyebab penyusutan hasil panen ini, katanya, ada dua faktor. Pertama, adanya hama yang sering disebut petani setempat (ulat batang) menyerang lahan mereka. Yang kedua, menurut petani setempat tahunannya yang kurang bersahabat (buruk). Ini juga karena bibit padi yang ditanam adalah bibit baru, sehingga tidak cocok dengan tanah setempat.

“Kalau dilihat dari rumpun padinya hampir sama seperti rumpun padi musim tahun sebelumnya. Namun buahnya banyak yang gebug (hampa). Sehingga hasil panen para petani menurun drastis,” ucapnya kepada radarbengkuluonline tadi pagi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Dijelaskan, penyebab buah padi ini gebug (hampa) diduga kerena ulat batang yang tidak bisa dimusnahkan. Ini lantaran hama ulat batang tersebut memakan buah dari dalam, sehingga pada saat disemprot dengan racun tidak membuat hama tersebut musnah. Kemudian,  isi dari setiap buah padi terus dimakannya, sehingga setiap rumpun padi rata-rata banyak yang gabug mati.

“Ya, rata-rata petani yang sudah panen mengatakan hasil panen menurun drastis. Dan buah padinya banyak yang gabug karena dimakan ulat batang,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang petani di Desa setempat, Freski (19), juga mengungkapkan hal yang sama. Dirinya yang sudah memanen padinya diakui mengalami banyak penyusutan. Yang biasanya ia mendapat hasil panen 3 ton, sekarang mendapat 1 ton setengah. Menurunnya hasil panen tersebut dikarenakan buah padi banyak yang gabug.

Selain dari itu menurut warga setempat,  tahun ini juga dikatakan musim buruk yang sering disebut petani setempat (tahun balik batang). Yang artinya tahun penanaman petani saat ini bukan tahunan yang baik dan bagus. Bagi petani yang sudah panen saat ini mayoritas mengatakan hasil panennya turun dari tahun kemarin.

“Ya kalau kami bilang tahun ini (tahun balik batang). Biasanya kalau ditahun tersebut hasil panen memang tidak sama dengan tahun sebelumnya, yang kami sebut (tahum besar),” imbuhnya.(ide)