Akhir Tahun Ini, Danau Dendam Turun Status

Akhir Tahun Ini, Danau Dendam Turun Status

YAR / RBO Pesona Danau Dendam Tak Sudah yang terletak di tengah-tengah Kota Bengkulu tak lama lagi akan dipercantik jadi kawasan wisata andalan Kota Bengkulu
BERBAGI:

Jonaidi: Pengembangan Wisata Bisa Dimulai

RBO >>  BENGKULU  >>  Akhir tahun ini penurunan status kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) dari Cagar Alam (CA) menjadi Taman Wisata Alam (TWA) dinilai akan rampung. Demikian disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi, SP, MM saat ditemui radarbengkuluonline.com  tadi pagi.

      Menurut Politisi Gerindra ini, sebenarnya rencana pengembangan DDTS menjadi destinasi wisata di Provinsi Bengkulu sudah bisa dimulai. “Karena secara Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI sudah setuju DDTS dikembangkan menjadi destinasi wisata di daerah kita. Memang terkait penurunan status kawasan ini, ada 2 mekanisme. Yakni, bisa dengan cara EKF dan peninjauan tim terpadu. Tapi Bu Menteri LHK, meminta kedua mekanisme ini dilalui,” ungkap Jonaidi, kemarin.

       Jadi, lanjut Jonaidi, tinggal menunggu tim terpadu saja lagi. Dimana anggaran untuk tim terpadu ini nantinya ditalangi oleh APBD Provinsi, dan baru dianggarkan dalam APBD Perubahan tahun ini.

       “Dengan begitu, sudah barang tentu nantinya, akhir tahun ini persoalan penurunan status kawasan DDTS sudah bisa dirampungkan,” terangnya.

       Disisi lain, Jonaidi menyampaikan, terkait masalah ini juga sudah dibicarakan dengan Dinas LHK Provinsi, organisasi adat, tokoh masyarakat, Lurah, dan Pemkot.

      “Bahkan dalam koordinasi itu ada kesepahaman bersama, yang intinya masing-masing pihak siap dan memberikan dukungan. Dimana pasca penurunan status nanti, bisa langsung digarap wacana pengembangan DDTS menjadi destinasi wisata di Bengkulu,” kata Jonaidi.

Lebih jauh dikatakannya, dalam rencana pengembangan ini juga, nantinya DED, Amdal, dan pembangunan pagar pembatas untuk kawasan DDTS disiapkan dari APBD Provinsi.

      “Nanti akan ada pembangunan flyover disana yang bersumber dari APBN. Namun sebelum flyover dibuat, kita harus merampungkan DED, Amdal, pagar pembatas dan beberapa kebutuhan lainnya,” demikian Jonaidi.(idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eighteen + two =