Bang Ken: Dukung Penuh Pembangunan Patung Fatmawati

Bang Ken: Dukung Penuh Pembangunan Patung Fatmawati

BERBAGI
Iwan/RBO: Senator Bengkulu, H. Ahmad Kanedi, SH, MH

Bengkulu Jaringan Kota Pusaka

RBO, BENGKULU – H Ahmad Kenedi, SH, mantan Walikota Bengkulu menyetujui penuh pembangunan patung istri Presiden Pertama RI, Fatmawati di Bengkulu ini. Dalam pembangunan itu dirinya menginginkan agar pembangunan itu ada azas manfaat yang tepat.

“Saya sangat menyetujui pembangunan patung Fatmawati. Namun harus ada azas manfaat  yang penting. Dikarenakan Bengkulu merupakan Kota pusaka,” terang Senator Bengkulu tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga tengah mengupayakan adanya film tentang Fatmawati diangkat ke layar lebar atau bioskop. Dengan demikian, sebagai tanah kelahiran ibu negara perdana Indonesia merdeka sekaligus perempuan pertama yang menjahit bendera merah putih ini akan terpatri sebagai teladan dalam memori masyarakat Bengkulu khususnya, Indonesia pada umumnya.

Bila selesai dibangun, patung ini akan menjadi yang pertama di Indonesia dalam ukuran besar.

Disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Iskandar ZO, patung ini bukan bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu. Melainkan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sementara untuk bentuk masih harus mendengar restu dan izin dari keluarga besar Fatmawati. Sementara ukurannya diprediksikan mencapai empat meter.

Menurut salah seorang putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri telah menyatakan persetujuan dan dukungannya atas rencana pembangunan patung yang saat itu digagas oleh mantan Walikota Ahmad Kanedi. Saat itu, rencananya patung akan dibangun di Simpang Lima Ratu Samban, menggantikan patung kuda.     “Saya menyarankan agar kawasan dibangun patung Fatmawati ini kawasan di Simpang lima sembari menjahit bendera pusaka. Untuk patung kuda itu, bisa dipindahkan ke jembatan Pantai Panjang. Namun harus menarik, patung kuda ini seperti icon Negara Singapura memakai cahaya lampu yang menarik. Saya bisa menyerahkan relifnya, untuk soal izin ini sudah diberikan pada tahun 2006 lalu. Karena saat waktu bencana gempa keluarga soekarno sudah mengunjungi Kota Bengkulu,” imbuhnya. (cw1)