Lebih Dekat & Kenalkan Peranan Bank Indonesia Sebagai Bank Sentral

Ekonomi & Bisnis Featured

Bank Indonesia  Mengajar di Unib

RBO >> BENGKULU >>  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menggelar program Bank Indonesia Mengajar di Universitas Bengkulu.

Dari liputan radarbengkuluonline. com tadi, kegiatan yang diikuti 250 mahasiswa dari berbagi fakultas ini mengenalkan lebih dekat peran BI sebagai Bank Sentral dalam perekonomian nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra dalam acara BI mengajar tersebut menjelaskan fungsi, tugas dan peranan Bank Indonesia, sekaligus bicara perekonomian Indonesia dan dunia. Dalam kesempatan itu juga, Adang –sapaan akrab Endang Kurnia S menyampaikan tentang nyaman, praktis dan amannya bertransaksi nontunai.

 

ADIT/RBO
Kepala BI Bengkulu foto bersama usai menggandeng mahasiswa dalam diseminasi informasi tugas dan peranan BI

“Ya, saya jelaskan disini bahwa dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal. Yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek. Yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Serta memiliki tugas dan fungsi menetapkan dan menjalakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.

Disisi lain, selain memberikan motivasi mahasiswa agar berwirausaha, suasana semakin semangat ketika mahasiswa yang hadir saat berkesempatan mendapatkan hadiah dari Kepala Perwakilan BI berupa e Money kepada mahasiswa yang berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar BI dan perkonomian.

      “Dalam hal ini kita perkenalkan diri kepada kawan mahasiswa baru di Unib agar mereka mengenal BI, kontribusinya BI di Repulik ini seperti apa. Kita juga informasikan bahwa kita ada beasiswa sebanyak 50 orang. Ini kita coba di IAIN, universitas swasta di Bengkulu. Selain itu juga dalam acara ini saya juga memberikan motivasi kepada adik-adik mahasiswa agar setelah lulus nanti berwirausaha saja.  Karena di Indonesia ini entrepreneurnya hanya 0,7 persen. Paling tidak negara kita ini butuhnya 2 persen. Kalau itu terwujud, maka akan banyak lapangan kerja tercipta dan orang-orang banyak yang tidak tergantung kerja dengan pemerintah yang membebani keuangan negara. Di samping itu juga jika banyak yang berwirausaha, maka pertumbuhan ekonomi kita akan lebih baik lagi,” jelasnya. (ae2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *