Tingkatkan PDB, Harus Gaet Wisatawan China

Featured Pariwisata

Dewi Coryati : Bengkulu Punya Kampung China

RBO >>  BENGKULU >>  Dalam rangka potensi Indonesia untuk mendapatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) secara cepat dan murah, Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota dalam wilayah Provinsi Bengkulu, agar dapat memanfaatkan peluang pangsa pasar kepariwisataan. Terutama wisatawan mancanegara dari China.

“Wisawatan asal China saat ini potensinya sangat besar. Yakni diangka 1,7 juta jiwa untuk wisata ke Indonesia, khususnya Bengkulu. Belum lagi adanya istilah di negera China, orang kaya baru yang ingin menghabiskan uangnya dengan berpariwisata,” ungkap Anggota Komisi X DPR RI, Hj. Dewi Coryati SE, M. Si kepada radarbengkuluonline.com disela-sela Bimbingan Teknis (Bimtek) Sinergitas Promosi Pariwisata Pasar Cina dengan Pelaku Industri di Provinsi Bengkulu, yang dilaksanakan Asisten Deputi Pembangunan Pemasaran II Regional I Kementerian Pariwisata RI, kemarin.

      Menurutnya, jika ingin memanfaatkan peluang wisatawan mancanegara dari China, karena warga negara China itu tidak akan mau belajar bahasa asing, mau tidak mau Pemerintah Daerah melalui fasilitasi dinas teknisnya, meski saat ini juga sudah mulai ada kursus-kursus berbahasa China, namun agar terus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Pramuwisata yang mampu berbahasa China sebanyak-banyaknya.

“Dengan langkah itu diharapkan kendati untuk target yang ingin dicapai belum diketahuinya secara pasti, tetapi apabila melihat potensi pendapatan dari sektor wisata mancanegara cukup besar di negeri ini. Sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan peluang yang ada dengan sebaiknya kedepan. Apalagi khusus Bengkulu diakui memiliki potensi wisatanya seperti adanya Kampung China. Tapi juga perlu ditekankan ketika wisatawan China datang agar dapat tidak berbicara tentang politik, dan menghargai leluhurnya,” terangnya, Senin, (20/8).

      Lebih jauh Anggota DPR RI dari Dapil Bengkulu ini juga meminta, keberadaan kampung China Bengkulu terkesan suasana sudah mulai lain. Ini lantaran karena ada satu atau dua bangunan yang sudah berbeda dari aslinya.

      Belum lagi dengan adanya tenda-tenda yang disinyalir merusak pemandangan mata itu, sebaiknya masyarakat selaku pemilik bangunan setempat, agar dapat berpartisipasi menjaganya supaya kondisi Kampung China kembali ke aslinya.

      “Jika perlu saya sarankan, masyarakat yang menetap di Kampung China, kesehariannya bisa berpakaian tradisional China dan jika perlu ada jamuan minum teh Bengkulu ala China setiap harinya,” tutup politisi perempuan PAN ini.(idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *