Hujan Deras Tiga Jam, Banjir dan Pagar Sekolah Bertumbangan

Hujan Deras Tiga Jam, Banjir dan Pagar Sekolah Bertumbangan

BERBAGI:

RBO, BENGKULU – Akibat hujan deras selama tiga jam yang melanda Kota Bengkulu sore Selasa (28/8), selain banyak yang kebanjiran, beberapa pagar tembok sekolah juga bertumbangan. Seperti pagar tembok kampus PGSD Unib yang terletak di Jalan Cimanuk dan Pagar Tembok SMPN 4 Kota Bengkulu.

“Tadi waktu hujan deras, ketika itu saya sedang disumur dan tiba-tiba pagar tembok Kampus PGSD ini roboh menimpa sumur kami. Untung tidak mengenai dapur,” ungkap Uni Yusmawati, kemarin (28/8).

Selain itu, pagar tembok SMPN 4 Kota Bengkulu yang berada tepat di depan gerbang MAN 1 Model juga roboh.

“Itu tadi saking derasnya dorongan air dari atas akhirnya temboknya roboh sekitar 15 meter yang roboh,” kata Tekno Utomo.

Pagar tembok sekolah

Sementara itu, dari Ketua RT 02 Kelurahan Jalan Gedang, Supratman saat di lokasi dia mengatakan, akibat hujan deras yang melanda, selain tembok pagar sekolah yang roboh juga ada beberapa rumah warga yang kemasukan air akibat drainase tidak mampu lagi menampung debit air yang tinggi.

“Tadi ada kos kosan warga yang terendam airnya sampai setinggi lutut. Namun, tidak begitu lama kejadiannya. Kemudian seperti di depan MAN Model itu, ada saluran drainase kami yang semestinya ada, namun sekarang sudah tertutup akibat ada warga yang membuat kolam di RT Padang Harapan dan menutup aliran siring kami. Untuk pagar kampus PGSD yang roboh sudah saya laporkan ke penanggung jawab Kampus PGSD,” terangnya.

Warga terlihat siaga banjir

Dari kampus PGSD Unib, Drs Herman Lusa dia mengatakan, kejadian ini akan langsung disampaikan ke rektorat.

“Tadi saya bersama Pak RT sudah melihat langsung dan sudah kami foto ada sekitar 30 meter pagar yang roboh. Kemudian kejadian ini saya teruskan ke Rektorat. Mudah-mudahan segera akan ditanggapi dan diperbaiki,” kata Herman Lusa.

Sementara itu dari beberapa daerah lainnya, seperti di Jalan Seruni, tepatnya di dekat SDN 32 air tergenang hampir setengah meter dan jalan yang biasanya ramai dilalui tersebut terpaksa tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Begitu juga dengan beberapa daerah lainnya seperti Tanjung Agung, Surabaya, Sukamerindu dan Rawa Makmur juga banyak yang banjir. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

four × 5 =