BPJS Kesehatan Bengkulu Apresiasi Pemberitaan Media Massa

BPJS Kesehatan Bengkulu Apresiasi Pemberitaan Media Massa

BERBAGI
RIO/RBO Foto Bersama Manajemen BPJS Kesehatan Cabang Bengkuku dengan Insan Pers

RBO >>  BENGKULU >>   BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu adakan Media Gathering  di Wahana Surya Kabupaten Benteng Bengkulu kemarin. Dalam acara tersebut hadir dari beberapa perwakilan jurnalist media massa.

       Dalam sambutannya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang  Bengkulu, Rizky Lestari mengatakan bahwa media Gathering BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu bersama insan pers merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih yang telah memberikan informasi yang benar dan mendidik kepada masyarakat Bengkulu mengenai kemajuan dan perkembangan selama ini. Terutama pemberitaan yg simpang siur yg sifatnya hoax beredar di dunia maya, sehingga peran media sangat dirasakan.

      “Terima kasih kami untuk rekan insan pers yang telah membantu dalam memberikan informasi yang  benar mengenai BPJS Kesehatan. Dengan memberikan berita-berita positif ke masyarakat sehingga kerjasama ini dapat berjalan dengan baik. Karena dampak dari informasi ya salah masyarakat akan menerima dampaknya. Media Gathering juga dibarengi sosialisasi mengenai keadan dan berita terkini dari BPJS Kesehatan. Sehingga ini dapat menjadi informasi yang terbaru dan benar,” sampai Rizky.

      Harapannya pada Januari 2019 bahwa masyarakat, khususnya di Provinsi Bengkuku mendapatkan jaminan kesehatan. Karena hal ini diatur oleh undang-undang dan hal ini sesuai dengan prinsipnya, yaitu dengan gotong royong, semua tertolong. Sehingga  semua stake holder yang berkompeten untuk hal ini memperhatikan dan melaksanaan dengan menganggarkan dari APBN maupun APBD yang  tahun sebelumnya tidak dilaksanakan.

      Perkembangan terbaru bagi peserta BPJS Kesehatan, yaitu pendaftaran dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN, Call Care 1500 1400 dan Mobile Customer Service. Selain itu untuk sekarang pelayanan berjenjang dari fasilitas tingkat pertama. Seperti Puskesmas dan Fakskes dan juga Fasilitas Kesehatan Tingkat lanjut lebih flexibel menyesuaikan tingkat kebutuhan dan kelengkapan peralatan medis yang dibutuhkan bagi pasien. Sehingga dirasakan sangat membantu  ketepatan dan kecepatan dalam penanganan medis.

      Untuk sekarang Secara Nasional JKN – KIS sudah mencapai 200.368.793 jiwa (75,9%) dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Hal  ini terus ditingkatkan sampai awal tahun 2019 mendatang.

       Masih ada masyarakat yang belum terlindungi jaminan kesehatannnya, baik peserta baik Penerima Bantian Iuran (PBI) maupun Non PBI. Khusus di Provinsi Bengkulu, masih tinggi  angka tunggakan dari peserta Non PBI. Yaitu peserta Mandiri yakni membayarkan sendiri iuran JKN-KIS sekitar 66-70 ribu peserta. Dimana hal ini menggambarkan masih kurangnya kepedulian maupun makna dari prinsip BPJS Kesehatan bagi masyarakat. Sehingga perlu peran semua pihak. Karena jaminan kesehatan ini sangat perlu disaat sakit dan jika sehat menjadi suatu ibadah dalam membantu peserta lainnya yang membutuhkan perawatan. Karena dengan seorang penderita Kateterisasi Jantung membutuhkan bantuan dari 900 orang dan belum lagi dari penyakit kronis lainnya sehingga buang jauh anggapan bahwa BPJS Kesehatan perlu jika sudah sakit.(AE-4).