Tabut Bengkulu Terancam Tidak Besanding Tahun Ini

Tabut Bengkulu Terancam Tidak Besanding Tahun Ini

BERBAGI
ADIT/RBO Plt Gubernur Rohidin Mersyah saat pembukaan Festival Tabut Senin malam.

Dana Belum Cair, KKT Ancam Demo Pemkot

RBO >>  BENGKULU >>  Ada apa dengan Tabot Bengkulu? Event budaya tabut ini tiap tahunnya pasti bermasalah. Termasuk tahun ini. Padahal ini even besar dan nasional. Acara pembukaan telah sukses dan dibuka secara resmi oleh Plt Gubernur Bengkulu Dr drh H. Rohidin Mersyah MMA dan turut dihadiri Menteri Pariwisata, Senin malam.

      Kini pihak Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu meradang. KKT mengancam melakukan demo terhadap Pemda Kota (Pemkot), khususnya Dinas Pariwisata Kota Bengkulu terkait pencairan dana tabut yang telah dianggarkan dari APBD.

 “Sampai hari ini untuk pencairan dana bantuan tabut dari Pemkot masih belum juga cair. Padahal Ibu Kadis Pariwisata Kota sudah beberapa kali mengatakan secepatnya akan mencairkan dana bantuan tabut. Sebab itu, kami akan menunggu sampai hari Rabu (Hari ini-red). Jika tidak juga dicairkan dana tersebut, maka kami beramai-ramai  mendatangi Dinas Pariwisata Kota Bengkulu. Sebab, kita tidak tahu dimana nyangkutnya dana itu. Kalau kata Ibu Kadisnya sudah dinaikkan semua berkas untuk pencairannya,” ungkap Bendahara KKT Bengkulu, Wahyudi, kepada radarbengkuluonline.com kemarin (11/9).

      Dijelaskan Yudi, bantuan dana kegiatan tabut itu memang ada dari APBD provinsi dan APBD kota. Kalau yang dari provinsi sudah ada pencairan meskipun belum sepenuhnya.

 

ADIT/RBO
Para penari yang cantik-cantik ini semakin membuat suasana Festival Tabut Bengkulu kian mempesona

“Dari kota itu ada bantuan untuk pembuatan ikan-ikan dan telong-telong. Masing-masing Rp 1 juta. Sedangkan untuk kelompok tabut, dimana ada 17 kelompok tabut sakral ditambah 16 tabut budaya masing-masing kelompok mendapatkan bantuan Rp 9.545.000. Untuk dana bantuan tabut dari Kota Bengkulu sekitar Rp 300 juta tahun 2018 ini,” jelas Yudi.

      Dana bantuan tersebut, lanjutnya, sangat mereka butuhkan untuk membuat bangunan tabut. Begitu juga dengan pembuatan ikan-ikan dan telong-telong. “Sebab itu, kami mendesak agar Kota dapat segera mencairkan dana tersebut. Jika tidak, bagaimana kami mau menyelesaikan bangunan tabut yang sedang dibuat. Jika tidak juga dicairkan dalam minggu ini, maka kita terancam tidak bisa melaksanakan kegiatan penutupan tabut besanding. Sebab bangunan tabutnya tidak selesai. Sedangkan untuk pembukaan tabut yang sudah dilaksanakan memang kita tidak ada kendala. Tapi puncak tabut ini nanti saat penutupan dan tabut besanding, harus dibawa bangunannya ke lapangan. Kalau bangunan belum selesai, bagaimana membawanya,” pungkasnya. (idn)