Antrean Solar Makin Panjang, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Featured Seluma

RBO >>  SELUMA >>  Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Seluma mulai meresahkan masyarakat. Sejumlah pemilik kendaraan pengguna solar rela antre hingga 3 hari di SPBU Tais guna mendapatkannya. Bahkan, antrean semakin panjang disaat distribusi solar tiba di SPBU.

“Solar sering terlambat. Kalaupun ada, paling satu jam sudah habis dalam setiap kali pengiriman,” kata petugas SPBU Tais, Ujang (50) kemarin.

Sementara itu, dampak sulitnya solar ini sangat dirugikan masyarakat. Terutama kalangan usaha. Tidak sedikit kendaraan miliknya harus parkir dan menunggu antrean lama.

“Kadang buah sawit yang menumpuk juga ikut susut lantaran truck sulit mendapatkan solar,” sampai Herwan Saleh (35), salah seorang toke sawit di Kelurahan Talang Saling, Kecamatan Seluma Kota.

Masyarakat berharap, pemerintah bersama pihak terkait untuk melakukan evaluasi dan mengantisipasi kelangkaan BBM jenis solar. Selain itu, pembatasan atau pemberian sanksi tegas terhadap para pengunjal dan jeriken.

Bukan hanya di Seluma, namun di Kota Bengkulu juga demikian. Di Pom Bensin Bumi Ayu misalnya, antrean truck yang menunggu giliran mendapatkan solar hingga ke Lampu Merah Pagar Dewa. “Sangat sulit mendapatkan BBM jenis solar, makanya kami rela antri,” kata sopir truck yang sedang ngantre BBM jenis solar, Ngaman  (47) kepada radarbengkuluonline.com tadi siang.

Pihak pengemudi truck berharap ada solusi dari pemerintah mengenai BBM jenis solar ini. Sebab banyak sekali yang terganggu terkait dengan antrean ini. “Kami minta pemerintah bertindak. Karena kami sudah dua minggu ini selalu ngantre yang cukup panjang dan memakan waktu untuk hanya mendapatkan BBM jenis solar,” sampai dia.

Dikatakan Ngaman, banyak yang terganggu dengan antre BBM jenis  solar ini. Jalanan terganggu, distribusi barang dan jasa juga terganggu. “Kami minta pemerintah cepat bertindak dan jangan sampai membuat rakyat kesal dengan pristiwa ini. Sebab kalau BBM jenis Solar lancar, maka alur distribusi barang menjadi lancar dan ekonomi berjalan,” singkat dia. (one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *