Leni John Latief Ingin Perjuangkan Bengkulu dan Optimis ke Senayan

Leni John Latief Ingin Perjuangkan Bengkulu dan Optimis ke Senayan

BERBAGI
Iwan/RBO: Hj. Leni Haryati John Latief SE, M.Si.

RBO, BENGKULU – Mantan Calon Bupati Lebong yang sebelumnya juga pernah menjadi anggota dewan Kota Bengkulu periode tahun 2009-2014, Hj. Leni Haryati John Latief SE, M.Si telah memastikan maju sebagai salah satu Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPR RI dari Dapil Bengkulu pada Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang. Ia maju dengan menggunakan perahu Partai Nasional Demokrat (NasDem).

“Dunia saya memang di politik ini. Soal kalah dan menang, itu lah namanya dunia politik. Sesungguhnya politik itu adalah pertarungan. Kalau kita sudah kalah, tidak ikut lagi, bukan namanya dunia politik,” ungkap Leni John Latief — panggilan akrabnya saat ditemui di rumahnya, kemarin (13/9).

      Dijelaskan oleh Ketua Umum KPPI (Kaukus Perempuan Politik Indonesia) Provinsi Bengkulu ini, alasan lain dia kembali ikut sebagai salah satu Bacaleg pada Pileg tahun depan, karena selaku perempuan yang menuntut hak minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalegan. Sehingga hal demikian menjadi motivasinya.

      “Kami ingin menunjukan komitmen. Perempuan harus berani untuk ikut dalam pertarungan politik pada tahun 2019,” jelasnya.

      Selain itu diakui, dirinya ingin berbuat kepada masyarakat banyak. Karena sebagai masyarakat biasa dinilainya masih sangat terbatas. Sehingga mau tidak mau diperlukan wadah. Dan salah satunya dengan menjadi salah seorang wakil rakyat di tingkat pusat.

      “Diketahui seorang wakil rakyat memiliki fungsi legislaasi, penganggaran dan pengawasan. Saya rasa dari itu, bisa berbuat yang lebih baik untuk masyarakat. Apalagi Bengkulu belum dilirik, karena mata pilihnya yang hanya 1,3 juta lebih. Untuk itu, siapapun yang menjadi wakil rakyat pusat, dengan kerjasama yang baik lintas sektoral agar dapat memperjuangkan pembangunan Bengkulu dari segala bidang. Karena hak Bengkulu sama dengan daerah lain,” tegasnya.

      Ditanya alasan pindah partai, tidak dipungkiri Leny, selain ingin mencari kemenangan, juga bukan maksud menyalahkan partai lamanya. Tetapi kepindahannya ke partai yang dinaunginya sekarang, lantaran ada sesuatu hal dan dirinya merasa lebih nyaman berada di partai NasDem. Apalagi di NasDem dikenal dengan politik tanpa maharnya. Bahkan dengan telah menjadi kader NasDem ini, Ia berkeyakinan, jika melihat peta perpolitikan dalam negeri menjelang Pileg, NasDem akan lolos dalam Parlemen Treshold.

       “Saya lihat Bacaleg DPR RI dari partainya tidak saja di Bengkulu. Tapi secara nasional, mencukupi/ lengkap dan figurnya sangat bagus. Dimana ada Kepala Daerah dan tokoh-tokoh berpengaruh lainnya, bergabung bersama NasDem,” paparnya.

Lebih jauh mengenai targetnya, diharapkan, disamping angka Golput bisa berkurang, raihan suara yang diperebutkan masing-masing Caleg, lebih besar lagi. Hanya saja untuk dirinya sendiri, ditargetkannya, tidak saja berasal dari kalangan Nahdiyin, tapi dengan bekal pergaulan selama ini pernah maju dalam Pilkada Kota Bengkulu, di Kabupaten Kepahiang dan Lebong, bisa merangkul kaum milenial. “Kaum milenial saat ini semakin banyak, ditambah kaum ibu-ibu dan masyarakat umum lainnya, akan menjadi basis massanya pada Pileg tahun depan. Untuk target perolehan lebih besar dari hasil perolehan suaranya sebagai Caleg DPR RI pada Pemilu 2014 lalu, posisi aman di angka 100 ribu suara individu,” tutupnya. (idn)