Mahasiswa Demo Jokowi di Bengkulu

Mahasiswa Demo Jokowi di Bengkulu

BERBAGI
IWAN/RBO: Demo Mahasiswa depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (17/9).

Mahasiswa Menilai Ada yang Salah

RBO, BENGKULU – Ratusan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Kota Bengkulu menggelar aksi demonstrasi ke gedung DPRD Provinsi Bengkulu, pukul 14.00 WIB kemarin. Mereka menuntut agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya. Dalam pernyataan sikapnya, aksi bertema “Selamatkan Indonesia” ini menyatakan Presiden Jokowi telah menyebabkan bangsa Indonesia berada dalam keterpurukan yang ditunjukkan dengan kian sulitnya kehidupan rakyat.

“Sudah selayaknya mahasiswa menjalankan fungsinya untuk ikut mengawasi dan mengontrol jalannya roda pemerintahan. Apalagi saat ini supremasi hukum berjalan tidak sebagaimana mestinya dan stabilitas bangsa terancam. Ada yang salah dengan rezim ini,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Auzan Dacosta, Senin (17/9).

      Massa aksi juga meminta dan mendesak agar TNI dapat mengambil alih negara. Selain itu, massa juga meminta dan mendesak agar MPR RI dan DPR RI menggelar sidang istimewa mencabut mandat Jokowi sebagai presiden.

“Tolak tenaga kerja asing dengan menghapus Perpres Nomor 20 tahun 2018. Turunkan harga BBM. Tolak impor pangan. Tegakkan supremasi hukum seadil-adilnya,” teriak Auzan saat orasi.

      Auzan menambahkan, IMM sebagai organisasi mahasiswa akan senantiasa berada di tengah-tengah rakyat dan menyuarakan aspirasi rakyat. Ia menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan adalah aksi damai.

“Kami cinta NKRI. Sudah seharusnya mahasiswa menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan-kepentingan rakyat,” tutup mahasiswa UMB tersebut.

      Sementara itu, dari salah satu anggota dewan Provinsi Bengkulu H. Sujono SP, M.Si menyikapi aksi rombongan mahasiswa IMM tersebut. Dia mengatakan itu adalah hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Sebab itu mereka selaku wakil rakyat di lembaga DPRD Provinsi akan menyampaikan aspirasi tersebut.

 “Kami akan menyampaikan aspirasi tersebut terhadap pemerintah pusat. Dan tuntutan mahasiswa itu lebih pada kebijakan  pemerintah pusat,” katanya.

      Selain itu, Sujono menilai bahwa aksi tersebut menjadi tamparan serius kepada mahasiswa lainnya di Indonesia yang kehilangan sikap kritisnya. “Aksi demonstrasi hari ini itu menempeleng jutaan mahasiswa Indonesia lainnya yang saat ini seolah diam dalam melihat permasalahan bangsa. Adanya teriakan dari masyarakat jelas karena ada yang tersakiti selama ini, jika rakyat bahagia jelas tidak akan ada teriakan dari siapapun,” ujar anggota dewan PKS ini .

      Adapun dari pantauan aksi yang juga diwarnai teatrikal dan pembacaan Puisi tersebut  berlansung terkendali meskipun sesekali terjadi aksi saling dorong antara pihak mahasiswa dengan mahasiswa. (idn)

Berikut Pernyataan Sikap IMM Bengkulu:

  1. Save rupiah dan secepatnya stabilkan perekonomian bangsa.
  1. Tolak impor sebagai alternatif solusi dari pemerintah dan utamakan produk lokal.
  2. Tegakkan supremasi hukum.
  3. Tolak tenaga kerja asing di Indonesia dengan menghapus Perpres Nomor 20 tahun 2018.
  4. Turunkan harga BBM.
  5. Meminta dan mengaskan pihak TNI dan Polri untuk menetralisir dalam menyikapi politik.
  6. Meminta dan mendesak MPR RI / DPR RI untuk melakukan sidang istimewa mencabut mandat Joko Widodo dari Presiden.
  7. Meminta dan mendesak TNI untuk segera mengambil alih negara.