Jelang Penetapan DCT, Dewan Provinsi Kian Malas Ngantor?

Jelang Penetapan DCT, Dewan Provinsi Kian Malas Ngantor?

BERBAGI

RBO >>  BENGKULU >>  Dari pelaksanaan kegiatan paripurna di DPRD Provinsi Bengkulu, dalam tiga kali terakhir dilaksanakannya paripuran nampak banyak yang malas atau tidak hadir. Bahkan setiap kali akan dilaksanakan rapat paripurna selalu molor dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya. Seperti yang terjadi kemarin, saat akan melaksanakan paripurna dengan agenda mendengarkan pandangan fraksi atas salah satu Raperda. Hanya 29 anggota dewan Provinsi Bengkulu yang hadir dan pelaksanaan paripurna molor dari jadwal sebelumnya.

       “Jadi kalau ada yang mengatakan jelang Pileg anggota dewan banyak yang malas tidak hadir paripurna, saya rasa itu bukan masalah ada kaitan dengan jelang penetapan DCT ataupun Pileg itu sendiri. Hanya saja memang jelang Pileg ini seluruh  Parpol banyak yang melaksanakan kegiatan Bimtek Caleg,” ungkap Ketua BK DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali S.Sos, MM saat ditanyai radarbengkuluonline.com selasa (18/9) sedang berada diruangan Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu.

      Kemudian dijelaskan oleh politisi NasDem tersebut, pihaknya dapat memaklumi kesibukan para anggota dewan saat ini. Dimana selain sebagai wakil rakyat, mereka juga merupakan anggota Partai Politik.

      “Kemudian ada juga beberapa anggota dewan ini yang menjadi Bappilu ataupun masuk dalam struktur partai menyangkut persiapan Pileg dan Pilpres. Apalagi yang menjadi LO, itu mungkin jadwal kegiatan mereka bertepatan dengan jadwal paripurna kita. Tapi yang pasti ketidakhadiran ini bukan karena disengaja oleh kawan-kawan DPRD. Mereka mempunyai tugas lainnya dari partainya masing-masing,” jelas Tantawi.

      Selain itu, meskipun tidak full 100 persen jumlah anggota dewan saat paripurna, Ketua BK memastikan bahwa setiap pelaksanaan paripurna jumlah pesertanya tetap kuorum.

“Seperti hari ini, sebenarnya sudah kuorum sejak awal tadi. Hanya saja tadi ada anggota yang hanya pakai baju PSH. Padahal paripurna kita hari ini agendanya pengambilan keputusan, semestinya memakai pakaian PSR. Dari BK yang tidak menggunakan pakaian sesuai Tatib, maka tidak diperkenankan mengikuti paripurna. Sebab itu, ada beberapa anggota dewan yang mengambil atau mengganti pakaiannya terlebih dahulu tadi. Intinya kejadian ini masih bisa dimaklumi mengingat semakin padatnya jadwal kegiatan DPRD maupun dari organisasi partai politik saat ini,” pungkasnya. (idn)