Bengkulu Butuh Tokoh Yang Kuat Perjuangkan Kepentingan Daerah di Tingkat Nasional

Ekonomi & Bisnis Featured Politik Profil Sosial & Budaya

Heri Budianto Asli Putra Daerah, Siap, Layak dan Terbukti

RBO, BENGKULU – Saat ini yang dibutuhkan oleh Provinsi Bengkulu sebagai sebuah daerah yang kecil jumlah penduduknya dan tidak diperhitungkan dalam skala nasional adalah sosok pemimpin, tokoh yang kuat memperjuangkan kepentingan daerah ditingkat nasional. Untuk itu Dr Heri Budianto M.Si, putra daerah asli Bengkulu yang sudah malang melintang menjadi analis komunikasi politik ditingkat nasional dalam enam tahun terakhir merupakan sosok yang siap, layak dan terbukti mampu menjadi sosok yang dibutuhkan tersebut.

“Alhamdulillah, saya sudah ditetapkan menjadi Caleg DPR RI Partai Gerindra, nomor urut dua dari Dapil Provinsi Bengkulu. Alhamdulillah juga, Pak Prabowo setelah pengambilan undian nomor urut kemarin mendapat nomor urut dua. Partai Gerindra nomor urut dua, dan saya Caleg nomor urut dua. Dan ini mempertegas bahwa kita satu nafas. Kemudian tanda-tanda alam, keyakinan kita, kita akan berjuang secara maksimal guna mendapatkan kursi di DPR RI,” ungkap Heri Budianto saat ditemui, Senin (24/9).

      Dijelaskan oleh pria kelahiran Bengkulu tanggal 2 September tahun 1974 tersebut, Dia sudah menjadi analis komunikasi politik di Jakarta, dan selama ini diketahui bahwa tokoh-tokoh ditingkat nasional di Jakarta menggaungkan Bengkulu ini agak kurang. Sebab itu, Herbud panggilannya terpanggil maju menjadi Caleg DPR RI Dapil Bengkulu guna memaksimalkan dan memperjuangkan agar Bengkulu ini diperhitungkan ditingkat nasional. Kalau masyarakat Bengkulu memberikan amanah dan kepercayaan kepadanya untuk menjadi wakil di Senayan. Harapan pria yang menghabiskan masa kecil dan mengenyam pendidikan mulai di TK Pertiwi Kota Bengkulu, hingga sarjana S1 di Universitas Bengkulu, Dia berjanji akan bekerja maksimal.

       “Jika masyarakat memberikan kepercayaan itu, saya akan berbuat maksimal untuk kemajuan daerah kita. Saat ini yang dibutuhkan Bengkulu adalah tokoh yang bisa menjadi fasilitator, mediator membangun networking dengan pemerintah pusat maupun ditingkat internasional. Dan yang tidak kalah penting tokoh itu yang mampu memperjuangkan, mensuarakan Bengkulu ditingkat nasional. Bengkulu ini tidak bisa maju tanpa ada orang yang konsen memperjuangkan. Ini kan yang namanya politik. Politik itu butuh pressure, penekanan, networking itu perlu diperjuangkan dalam artian kalau peran dan fungsi DPR RI. Ya tentu itu melalui tiga fungsi, fungsi anggaran, fungsi legislasi dan fungsi control. Nah, kita bisa lihat misalnya banyak sekali tokoh-tokoh dari daerah lain yang memainkan tiga peran itu dengan maksimal, kemudian konstribusinya nyata untuk pembangunan daerahnya. Bengkulu selama ini yang perlu didorong ya itu. Sudah ada gerakan demikian, tapi belum maksimal. Semestinya kita selaku wakil masyarakat Bengkulu ditingkat nasional, berupaya bagaimana agar bargenning position kita diperhitungkan oleh pemerintah pusat. Karena  ada tokoh kita yang mampu, mempunyai pressure, networking, kerja politik yang riil, kemudian menyuarakan Bengkulu ditingkat nasional, media-media nasional, agar Bengkulu ini didengar. Di dengar oleh siapa? Didengar oleh pemerintah pusat,” paparnya.

      Saat ini, Herbud yang juga merupakan juru bicara Partai Gerindra secara nasional. Dia menegaskan, dengan kompetisi Pilpres dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto menjadi Capres, maka memang ada sedikit keuntungan bagi warga masyarakat Bengkulu. Sebab, ada tokoh Bengkulu yang mempunyai kedekatan dan diperhitungkan di level nasional. “Yang bisa saya janjikan untuk masyarakat Bengkulu yaitu DPR dengan tiga fungsinya itu, saya ingin agar anggaran-anggaran dan pembangunan Bengkulu ini dari pusat mengalir turun ke Bengkulu. Fokus saya ada dua, ketika menjadi Caleg Gerindra kita wajib membuat visi misi, saya membuat visi misi bagaimana agar Bengkulu ini soal pendidikannya maju. Karena saya fokus di pendidikan, pemuda, kreatifitas. Saya kira saya ingin masyarakat mendapatkan pendidikan. Pendidikan ini kan mendapatkan porsi anggaran yang besar dengan 20 persen dari APBN. Itu yang pertama. Yang kedua Bengkulu perlu SDM tangguh. SDM yang mampu membawa Bengkulu ini kearah kemajuan. Kita bisa bayangkan kalau Bengkulu ini punya sekolah dengan standar yang baik, kelas standar, kampus-kampus yang baik, saya sangat yakin Bengkulu akan mampu bersaing. Kalau pendidikan Bengkulu ini maju, kita bisa bersaing. Kemudian anak-anak Bengkulu ini harus kreatif, anak-anak muda kita harus kreatif. Seperti kita ketahui saya ini pendiri kampung kreatif untuk anak-anak Bengkulu agar mereka mampu mengembangkan diri. Saya ingin Bengkulu ini nanti muncul sebuah peradaban baru anak-anak kreatif. Dimana selama ini yang dikenal orang hanya Bandung, kemudian Jogjakarta. Pertanyaannya. Kenapa Bengkulu tidak bisa? Kita bisa, dan sumber daya kita bisa,” terang Herbud.

      Dan dalam Pileg serta Pilpres tahun 2019 ini, Herbud mengajak masyarakat Provinsi Bengkulu untuk cerdas dalam melihat siapa sosok calon pemimpin yang mereka inginkan. “Masyarakat harus cerdas, betul-betul dilihat latar belakang atau track record dari calon. Carilah calon-calon yang memiliki rekam jejak yang baik, carilah calon yang mumpuni. Tanpa networking, itu sulit sekali untuk kita berperan Bengkulu ditingkat nasional. Kenapa saya selalu berulang-ulang mengatakan begitu? Karena dengan networking kita miliki, misalnya networking bisnis, jadi hubungan kita dengan pemerintah pusat dengan investor luar negeri, saya yakin Bengkulu akan dilirik,” pungkas pria yang juga dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengarah Nasional Go Prabowo Sandi (GPS) tersebut. (idn)

Biografi

Nama : Dr. Heri Budianto, S.Sos. M.Si

Tempat/Tgl lahir : Bengkulu, 2 September 1974

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat Rumah : Cluster Taman Victoria Jl. Mahkota Putra no 186

Sentul City Bogor

HP : 085714329921

WA : 08128889379

E-mail : bangheri_budianto@yahoo.com

Pekerjaan : Dosen dan Peneliti

Juru Bicara Partai Gerindra

Ketua Dewan Pengarah Nasional Go Prabowo Sandi (GPS)

Aktivitas Mengajar :

  1. 2000-2001, mengajar di FISIPOL Universitas Bengkulu.
  2. 2001-sekarang : Pembicara di berbagai seminar tentang Media, integritas dan antikorupsi.
  3. 2001-2003, mengajar di Program DIII dan S1 Komunikasi dan Pembangunan IPB.
  4. 2004-Sekarang, Peneliti bidang : Media Massa, masyarakat dan politik.
  5. 2004-sekarang: Mengajar di Program Sarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana.
  6. 2005-2012, Instruktur di Balai Latihan Departemen Komunikasi dan Informatika (DEPKOMINFO RI).
  7. 2006-sekarang : Mengajar di Program Pascasarjana Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana.
  8. 2008-Sekarang : Mengajar di Program Sarjana FIKOM Universitas Tarumanegara (UNTAR) Jakarta.
  9. 2010-Sekarang : Mengajar di Program Pascasarjana Universitas Jayabaya Jakarta.
  10. 2009-2012 : Mengajar di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multi Media Nusantara.
  11. 2013-Sekarang : Mengajar di Program Pascasarjana Komunikasi Politik Universitas Paramadina Jakarta
  12. 2015-Sekarang : Mengajar di Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Bengkulu
  13. 2016-Sekarang : Mengajar di Program Doktor dan Magister Komunikasi Pembangunan IPB Bogor.

Jabatan Struktural di Universtas :

2005-2007 : Sekretaris Program Studi Broadcasting FIKOM

Universitas Mercu Buana.

2005-2007 : Pembina Kemahasiswaan FIKOM Universitas Mercu Buana.

2006-2012 : Sekretaris Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi.

Universitas Mercu Buana.

2012- 2015 : Kepala Pusat Pengembangan Institusi

Universitas Mercu Buana.

2016- Sekarang : Dekan FIKOMM Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Pengalaman Lain-Lain:

  1. Tahun 2002: Tim Perumus Rancangan Undang-Undang Sumber Daya Air (RUU SDA)-Forum Mahasiswa Pascasarjana IPB-Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) – DPR-RI.
  1. Tahun 2007: Tim Penyusun Kurikulum dan Modul Bahan Ajar PUSDIKLAT DEPKOMINFO RI.
  1. Tahun 2008-2010 : Tim Forum Media Watch yang di fasilitasi oleh Direktorat Kelembagaan Sosial Kominfo.
  1. Tahun 2009:Tim Perumus Pembuatan Master Plan Pembangunan Kabupaten Karimun Kepulauan Riau.
  1. Tahun 2009: Tim Perumus Program Pengembangan Direktorat Kelembagaan Sosial Kementerian Kominfo. RI
  1. Tahun 2009 Tim Perumus Standard Kompetensi Waratawan di Dewan Pers RI
  1. Tahun 2010: Tim Perumus Aktivitas Kelembagaan Sosial Dalam Rangka Desa Informasi Kementerian Kominfo RI.
  1. Tahun 2010-2011 : Tim Lapangan Penelitian Balitbang Kementerian Pendidikan Nasional RI.
  1. Diskusi Terbatas Rancangan UU Kebebasan Memperoleh Informasi Publik (RUU KMIP), merumuskan Concept Paper untuk membela Hak Publik atas Informasi April 2007 di Univ. Mercu Buana.
  1. Diskusi Publik “Keterbukaan Arus Informasi PublikdanPemahaman mengenai Informasi Kerahasiaan Negara”, tanggal 15 Mei 2007 di Jakarta Media Center kerjasama dengan Yayasan SET.
  1. Tahun 2013-sekarang, Nara Sumber Diskusi Politik yang diselenggarakan PolcoMM Institute Jakarta.
  1. Tahun 2013-sekarang , Nara Sumber di berbagai media massa TV, Media Cetak, dan Media Online.
  1. Tahun 2013-sekarang Nara Sumber di Balai Diklat Kementerian Agama RI.
  1. Tahun 2013-sekarang Nara Sumber Diskusi Press Room di DPR RI, DPD RI dan undangan berbagai instansi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *