Edward: PSI Ingin Kembangkan Sektor Perikanan

Edward: PSI Ingin Kembangkan Sektor Perikanan

BERBAGI
Iwan/RBO: Edward Mohammad RozieIwan

RBO, BENGKULU – Masyarakat Provinsi Bengkulu mungkin belum terlalu mengenal dengan Edward Mohammad Rozie (EMR). Edward yang lahir di Bengkulu tanggal 24 April 1968 silam, diantaranya aktif dalam  organisasi kedaerahan Kabupaten Kaur-Bengkulu Jabodetabek. Lalu persatuan warga Kabupaten Kaur Jabodetabek sejak tahun 2005-sampai sekarang sebagai Humas.

      Bahkan Edward pada tahun 2015 dan 2017 lalu, mendapatkan piagam penghargaan IT humas terbaik pada organisasi ke-daerahan, PWK-Jabodetabek.

      Dengan profesi kesehariannya sebagai seorang Wirausaha, Putra asli Kaur ini, tepatnya Desa Pasar Lama, dalam kontestasi Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang, maju sebagai salah satu calon legislatif (caleg) DPR RI dari Dapil Provinsi Bengkulu, melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI), tepatnya nomor urut 2.

      Menurut Edward, alasan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Bengkulu, karena dalam membangun bangsa, tidak hanya mumpuni dalam berretroika. Tetapi dengan leadership yang tangguh, harus bisa mengetahui dan membaca pokok persoalan di lapangan.

      Apalagi jika melihat potensi Sumber Daya Alam (SDA) Provinsi Bengkulu sungguh luar biasa, tidak saja di bidang perkebunan, pertambangan, pariwisata dan kelautan serta perikanan. Tapi belum digali secara maksimal untuk membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bengkulu.

“Dicontohkannya, potensi perikanan dan kelautan di Pulau Eggano. Untuk itu saya menginisiasi Pulau Enggano menjadi basis sentral perikanan untuk wilayah Sumatera, seperti, hasil laut ikan tuna sirip biru. Begitu juga dengan potensi pariwisata yang belum ter-expose dan terexplorer dengan baik. Hal itu dapat diwujudkannya, meski hanya sebagai seorang legislator akan mendorong akses hubungan investor dengan penyandang blueprint, dalam memberikan uraian yang jelas dan terukur,” ungkap EMR saat ditanyai RADAR BENGKULU kemarin (25/9).

      Selain itu dikatakan, alasan lain dirinya maju pada Pileg 2019, karena banyaknya orang Bengkulu di pusat belum memberikan kontribusi terhadap tanah kelahirannya. Bahkan jika pun ada diperkirakan, jumlahnya masih sedikit.

“Saya lihat orang Bengkulu yang ada di Jakarta itu mau pulang karena ingin ditarik dan bukan kemauan sendiri. Untuk itu saya kembali dengan kemauan sendiri dan ingin memberikan yang terbaik terhadap Bengkulu,” jelasnya.

      Kendati demikian, ditambahkan, meski ia baru kali ini masuk partai, namun dalam organisasi sudah aktif sejak tahun 2005 lalu, akan mampu mendapatkan massa pada Pileg tahun depan. Bahkan dirinya juga sudah memiliki target sendiri, massanya nanti berasal dari kalangan orang tua dan kaum millenial di wilayah Semaku (Seluma, Manna dan Kaur).

“Kita ketahui PSI adalah kaum millenial dan saya yakin, massa saya ada di kaum muda dan juga orang tua. Target saya tidak muluk, cukup 80 ribu suara dengan perkiraan 45 ribu suara berada di wilayah Semaku,” tutup Edward. (idn)