Caleg DPR RI Perindo Siap Kolaborasi

Featured Politik Profil

Fredy Songket : Masyarakat Ingin Tokoh Baru

RBO, BENGKULU – Caleg DPR RI Partai Perindo, Mufian Zuhri SE, MM atau yang dikenal dengan sebutan Fredy Songket mengungkapkan, dia siap berkolaborasi dengan Caleg tingkat I dan tingkat II Perindo Bengkulu guna memenangkan Pemilu Legislatif (Pileg). “Jadi seperti yang disampaikan tadi, kita ada kartu jaminan sosial untuk kecelakaan ataupun meninggal dunia dari DPP Perindo. Dimana seluruh Caleg DPR RI kita diberikan itu. Dan kita siap berkolaborasi dengan Caleg tingkat I maupun tingkat dua guna membagikan kartu jaminan sosial tersebut,” ungkap Fredy Songket saat ditanyai usai mengikuti pembekalan sekaligus pelepasan Caleg DPW Perindo, Jumat (28/9).

      Sebelumnya dijelaskan oleh pria yang mengklaim dirinya putera daerah asli Bengkulu, dimana orang tuanya merupakan asli Bengkulu Selatan, dan basis massanya adalah Seluma, Manna, Kaur (Semaku). Kenapa dia maju menjadi Caleg DPR RI Perindo Dapil Bengkulu, itu karena dia merasa terpanggil untuk memberikan sumbangsih, saran, pemikiran, masukan serta ikut memperjuangkan kemajuan Bengkulu. “Sebenarnya saya ini bankir. 20 tahun kerja di Bank swasta nasional di Jakarta. Terus tiga tahun belakangan saya buka usaha sendiri dibidang property sewa menyewa property perfilman, pertambangan batu bara dan tekstil. Kenapa saya masuk Perindo? Perindo itu pertama kali semboyannya perubahan dan mensejahterakan rakyat. Sebab itu, saya sebagai salah seorang putra daerah Bengkulu yang telah malang melintang di Jakarta, ingin kembali pulang mengabdikan diri untuk daerah,” jelasnya.

      Dan setelah dia turun langsung ke masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, seperti kemarin dia ke Kedurang. Selain dukungan yang mengalir datang dari keluarga besar dan kerabatnya di Semaku, dia juga menangkap banyaknya aspirasi masyarakat yang menginginkan tokoh baru untuk menjadi pemimpin mereka. “Seperti saat saya ke Kedurang dan Seginim kemarin, itu banyak masyarakat yang mengatakan menginginkan pemimpin tokoh yang baru. Masyarakat tidak ingin tokoh yang muncul kemudian meminta dukungan setelah terpilih dia menghilang. Dan target saya secara riil dengan basis massa di Semaku 75 ribu suara,” tutupnya. (idn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *