Madrasah Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Mega Tren

Featured Pendidikan

RBO >>  BENGKULU >>   Dalam menghadapi revolusi industri 4.0, Kementerian Agama melalui KSKK Madrasah tertantang untuk mempersiapkan madrasah menjadi hebat bermartabat. Hebat bemartabat tersebut diartikan untuk merubah maindset, cara kerja maupun kolaborasi dalam pengajaran dan kualitas guru dalam memberikan pengetahuan bukan hanya dibidang keagamaan, akan tetapi saint terintegritas.

      Seperti yang disampaikan oleh Dirjen KSSK Madrasah Kementerian Agama, Dr. A. Umar, MA. Ia mengatakan, bahwa dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0 di zaman Milenial sekarang selama 4 tahun sudah dipersiapkan Madrasah Robotik yang terbagi menjadi 2 kategori. Yaitu Robotik Internasional. Baik sistem  dan peralatan dan madrasah robotik dalam menyalurkan minat bakat siswa.

Dengan adanya ini, sambungnya, bagi madrasah harus berjuang tanpa henti, berjuang tanpa batas demi orientasi harga diri yang sesungguhnya menjadikan jati diri, sehingga madrasah menjadi hebat dan bermartabat yang dibuktikan dengan ikutnya anak madrasah dalam berbagai kompetisi internasional.

      Perubahan pola madrasah menjadi hebat bermartabat ini tidak lepas dari unsur perkembangan SDMnya. Hal ini sebagaimana yang disampaikan dalam Talk Show/ Seminar KSM 2018 bertempat di Aula Lobi Asrama Haji Kota Bengkulu kemarin. Acara ini mendatangkan pembicara yang sangat refresentatif. Yakni anak dari BJ. Habibie, Prof. Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie.,MBA (Ilham Habibie) yang merupakan pakar penerbangan Nasional.

      Dalam kajian yang disampaikan dalam seminar tersebut, ia menyampaikan bahwa dalam kemajuan zaman  yang dipengaruhi oleh kemampuan manusia untuk berinovasi, pola hidup, demografi, perubahan kekuatan ekonomi dunia dan gebrakan ekonomi baru dimana kelima tersebut dinamakan Mega Tren.

‘’Mega Tren ini menjadi tantangan besar, sehingga perlu adanya inovasi dan inovasi ini harus diteruskan dengan adanya kewirausahaan. Sehingga dapat berjalan terus. Anak Madrasah harus diberi pengetahuan dalam menggunakan teknologi kedepannya, dimana untuk sekarang baru 5 % madrasah swasta masih perlu ditingkatkan, baik kualitas pendidikan maupun pendidikan guru.’’

       Saint terintegrasi, paparnya, sudah masuk dalam kurikulum Madrasah sehingga bagaimana menggunakan Saint sudah disiapkan. Mandrasah sudah siap dan hal ini sama halnya dengan sekolah konvensional lainnya dalam menjawab permasalahan secara Sintesis/ analisi dalam beberapa penerapan ilmu pengetahuan.

      15 tahun yang silam telah terbentuk Madrasah Tehniknatura yang pernah berorientasi kepada proyek dalam pengembangan pengetahuan yang berfokus kepada penerapan apa yang sudah mereka pelajari secara relevan. Sehingga siswanya bermotivasi untuk belajar lebih banyak. Dengan tantangan global dalam mencari solusi dari permasalahan/ tantangan manusia yang ada, sehingga perlu adanya perbaikan pendidikan untuk bisa menjawabnya dimasa mendatang. Seperti perubahan cuaca, perubahan pola hidup, dan tantangan lainnnya, sehingga dengan mendidik manusia secara inovatif maka permasalahan apapun dan dimanapun dapat teratasi/ mendapatkan solusinya.

      Dengan perubahan mainset pola pendidikan di madrasah sekarang ini, bukan sekadar menimba pengetahuan agama, akan tetapi saint yang terintegrasi sudah menjadi bagian dalam pembelajaran di sekolah madrasah. Oleh karenanya, dengan slogan Madrasah Hebat Bermartabat bukan sekadar slogan biasa dan ini dibuktikan dari proses pendidikan berorientasi kepada saint seperti sekolah pada umumnya dan kedepan madrasah menjadi barometer dalam menciptakan SDM berkualitas demi menjawab permasalahan/ tantangan manusia dimasa mendatang. (Ae-4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *