Pelantikan Gubernur di Tangan Presiden

Pelantikan Gubernur di Tangan Presiden

BERBAGI
Dr. Rohidin Mersyah, MMA

Plt Gub Enggan Dinilai Tergesa

RBO, BENGKULU – Keputusan Pelantikan Gubernur definitif saat ini di tangan Presiden Jokowidodo. Karena desas desus setelah diterimanya salinan putusan MA beberapa waktu lalu, beredar informasi dilaksanakan  pada minggu depan. Disampaikan Kapuspen Kemendagri RI Bachtiar ada dua point kepala daerah jika dilantik, maka harus mengeluarkan SK pemberhentian Gubernur Bengkulu non aktif Ridwan Mukti. Setelah itu, Pelaksana Tugas Gubernur Rohidin Mersyah saat ini yang masih menjabat Wakil Gubernur akan diangkat menjadi Gubernur definitif.

Bahkan surat itu sudah dilayangkan ke pihak Istana Presiden, namun Bachtiar belum mengetahui jika SK tersebut apakah sudah sampai di tangan presiden. “Kalau pelantikan Gubernur ada dua point, pertama ada pemberhentian register Gubernur Non Aktif dari MA. Namun di presiden sudah terima atau belum kita tidak tahu karena beliau sibuk. Setelah itu ada SK pengangkatan dari Pelaksana Tugas menjadi definitif. Saya belum cek, apakah sampai di istana,” terangnya.

Hal tersebut merupakan mekanisme yang berlaku. Apabila pihaknya sudah menerima surat putusan incraht dari Mahkamah Agung, terkait pasal 163 ayat 8 kepala daerah itu diberhentikan apabila putusan hukum sudah incraht dari MA.

“Jika SK itu sudah tanda tangan presiden, maka surat itu dikembalikan ke Mendagri. Sehingga status pak Rohidin masih Pelaksana Tugas nanti diangkat menjadi Gubernur definitif, yang berhak mengangkat itu ya Presiden,” tambahnya. Masih Bachtiar, kewewenangan penuh saat ini di tangan Presiden. Dirinya pun memastikan waktu pelantikan tersebut tidak ada terhambat. Pasalnya pihaknya hanya mempersiapkan administrasi yang diperlukan.

 “Masalahnya itu presiden yang lantik, saya rasa menteri kita komitmen lah ya. Itu wewenang Presiden, jika Walikota dan Bupati ya baru Mendagri yang melantik,” kata Bachtiar.

Terpisah, Plt Gubernur Rohidin Mersyah tampaknya enggan tergesa gesa menghadapi proses pelantikan itu. Bahkan ia belum berpikir untuk dilantik menjadi Gubernur definitif. Menariknya lagi, Rohidin pun menjawab dengan memelitir pertanyaan para awak media saat ditanyai soal pelantikan tersebut.

“Saya tidak terpikir tentang pelantikan, tidak ada persiapan apa apa. Lebih ada persiapan saat ditanya wartawan,” ujar Rohidin sembari tersenyum ke awak media. Menurutnya masih ada beberapa program kerja yang masih diselesaikan pada saat kampanye bersama Gubernur non aktif Ridwan Mukti.

“Perkerjaan ini hanya meneruskan dari awal dan kesepakatan program kerja pada saat kempanye. Ini tidak bisa berubah ubah. Ini tinggal dikerjakan siapa saja bisa melaksanakan itu,” imbuhnya. (Bro)