Sidak, Dewan Temukan Fakta Lain Soal Bangunan Balai Daerah

Featured Mukomuko

Alfian: Tidak Layak Dihuni

RBO >> MUKOMUKO >>  Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan Gedung Balai Daerah dan Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Selasa (16/10).

Para anggota dewan yang melakukan sidak diantaranya, Ketua Komisi I Alfian, Ketua Komisi II Ir. Zulfahni, Frengky Janas, Andi Suheri, Sadariun, Wasri, Warno dan Safaat. Sidak Dewan ini langsung didamping Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, M. Zum, ST.

Sidak ini dilakukan merespon kabar kalau adanya beberapa bagian bangunan Balai Daerah yang rusak dan Dewan ingin memastikan kabar tersebut. Selain menemukan fakta seperti yang diberitakan benar, Anggota Dewan juga menemukan sejumlah fakta lain terkait adanya ketidakwajaran. Yakni tiang depan bagian bawah yang mengalami retak cukup parah.

Melihat fakta dilapangan, Ketua Komisi I Alfian menyatakan kalau bangunan Balai Daerah ini tidak layak dihuni. Pembangunan yang sudah dilakukan juga merupakan pemborosan anggaran alias mubazir.

“Silakan lihat! Bagian ini bukan terbuat dari GRC. Melainkan terbuat dari beton. Namun betonnya putus, tidak layak dipakai dan rumah ini tidak layak dihuni,” tegas Alfian kepada radarbengkuluonline.com sembari menunjuk bagian tiang yang retak .

Ditambahakan Zulfahni, untuk dibagian dalam, ada semacam wallpaper yang sudah menggelembung tidak terpasang rapi. Ia juga menyayangkan kenapa tiang dilapisi bahan yang tidak kuat seperti GRC.

“Kalau untuk profil-profil yang terbuat dari kayu, kami acungi jempol. Bagus, mantab. Tapi ini bagian tiang, aduuuhh!. Ini harus diperbaiki,” ujarnya.

Pada Sidak tersebut, para Anggota Dewan banyak memberikan masukan kepada pihak PUPR yang diwakili Kabid Cipta Karya. Dewan meminta pihak PUPR selektif dalam menghitung persentase capaian pekerjaan.

Masih dilokasi Balai Daerah, ditanya prihal retaknyanya beton bagian bawah tiang, M, Zum menjelaskan, itu bukan bagian utama tiang. Bahkan katanya, sebenarnya beton yang terletak dibawah ornamen tiang yang terbuat dari GRC itu tidak ada dalam gambar.

“Itu dibuat hanya susunan bata saja. Memang tidak ada dalam gambar. Tapi kemarin itu karena tidak enak dilihat karena tiang seperti tergantung, jadi ditutup dengan bata dan semen,” jelas Zum. (sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *